Sederhanakan Regulasi Sektor Keuangan, OJK Terbitkan PDK RMR

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan Peraturan Dewan Komisioner OJK Nomor 7/PDK.02/2025 tentang Pembentukan Peraturan di OJK (PDK RMR) pada 13 Oktober 2025.
Peraturan baru ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat struktur kelembagaan dan meningkatkan efektivitas penyusunan kebijakan di sektor jasa keuangan.
Salah satu perubahan utama dalam PDK RMR adalah penyesuaian nomenklatur dan bentuk Surat Edaran OJK (SEOJK) yang kini diubah menjadi Peraturan Anggota Dewan Komisioner (PADK).
Transformasi ini dilakukan untuk menciptakan keseragaman dan mempertegas kedudukan hukum dari setiap regulasi yang diterbitkan oleh OJK.
Selain perubahan nomenklatur, format PADK kini diseragamkan mengikuti bentuk peraturan sebagaimana format Peraturan OJK (POJK).
Baca Juga: Bos OJK Pastikan Masalah SLIK Tak Hambat Penyaluran KPR FLPP
Bedanya, isi batang tubuh PADK hanya akan memuat ketentuan umum atau prinsip utama, sementara penjabaran teknis akan dituangkan secara lebih rinci dalam lampiran PADK.
Melalui ketentuan baru ini, OJK menegaskan bahwa seluruh SEOJK yang telah diterbitkan sebelumnya masih tetap berlaku dan akan dimaknai sebagai PADK hingga dilakukan perubahan atau pembaruan.
OJK berharap perubahan nomenklatur dan format regulasi ini dapat meningkatkan kejelasan, keseragaman, dan transparansi di sektor jasa keuangan.
Pembaruan regulasi ini juga sejalan dengan mandat OJK dalam menjalankan fungsi, tugas, dan wewenang sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK, yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Selain menjaga integritas sistem keuangan, OJK juga menegaskan bahwa penyempurnaan tata kelola regulasi bertujuan mendukung terwujudnya sistem keuangan yang stabil dan berkelanjutan.
“Dengan penyempurnaan mekanisme pembentukan peraturan ini, OJK berkomitmen untuk menghadirkan regulasi yang berkualitas, transparan, dan mampu menjawab dinamika sektor jasa keuangan yang terus berkembang,” ujar Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 4Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








