Entitas Anak Triputa Agro Persada Amankan Fasilitas KMK Rp1,43 Triliun dari BNI

AKURAT.CO PT Triputra Agro Persada, Tbk. (TAPG), lewat anak usaha, mendapatkan Fasilitas Kredit Modal Kerja Aflopend sebesar Rp830 miliar dan Fasilitas Kredit Modal Kerja uncommited sebesar Rp600 miliar dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).
Corporate Secretary TAPG, Joni Tjeng mengatakan fasilitas kredit modal kerja tersebut didapat pada Rabu, 17 September 2025 dan tak berdampak material.
Seperti diketahui, Kredit Modal Kerja Aflopend adalah fasilitas kredit modal kerja yang tidak bersifat revolving, di mana pencairan dana bisa dilakukan seluruhnya atau bertahap dan akan menurun seiring dengan pembayaran angsuran, berbeda dengan kredit revolving yang dapat dicairkan kembali setelah sebagian lunas.
Baca Juga: PLN EPI dan BNI Perkuat Ekosistem Biomassa Lewat Transformasi Pengadaan dan Solusi Pembiayaan
Kredit jenis ini digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional bisnis jangka pendek, seperti pembelian bahan baku, dan umumnya memiliki jangka waktu tertentu hingga kredit lunas.
Sementara itu, KMK uncommited atau belum bersifat komitmen fasilitas kredit modal kerja tersebut belum pasti akan dicairkan atau tersedia untuk digunakan oleh nasabah karena masih dalam tahap negosiasi, persetujuan, atau pemenuhan syarat-syarat tertentu dari bank. Dengan kata lain, penarikannya akan menyesuaikan kebutuhan dan persetujuan bank.
Sebelumnya, TAPG meraih dividen interim dari PT Agro Multi Persada (AMP), anak usaha terkendalinya dengan total nilai Rp713 miliar. Anak usaha itu juga mengantongi dividen interim Rp496,3 miliar dari delapan entitas usaha yang sahamnya dikuasai oleh AMP.
Saham TAPG turun tipis 0,97% ke harga Rp1.530 pada Kamis (18/9/2025) dengan mencatatkan transaksi Rp11,63 miliar dari 7,59 juta saham yang diperdagangkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa
- 10MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri









