Bank Neo Commerce Balikkan Rugi Jadi Laba di 2024, Ini Rahasianya
Hefriday | 27 Maret 2025, 19:34 WIB

AKURAT.CO PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC berhasil membalikkan kondisi keuangan mereka dengan mencatat laba bersih sebesar Rp19,88 miliar pada 2024.
Capaian ini sangat kontras dibandingkan tahun sebelumnya, di mana bank mengalami kerugian hingga Rp573 miliar.
Direktur Utama BNC, Eri Budiono, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari berbagai strategi yang diterapkan untuk memperkuat fundamental perusahaan.
“Kami fokus pada penguatan fundamental bank, peningkatan kualitas kredit, mempertahankan pendapatan bunga, serta menjalankan efisiensi operasional,” ujar Eri dalam keterangannya, Kamis (27/3/2025).
Salah satu indikator keberhasilan BNC dalam membenahi keuangan adalah penurunan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) net. Pada akhir 2023, rasio ini berada di angka 0,90%, dan berhasil ditekan hingga 0,30% pada 2024.
Efisiensi operasional juga menjadi perhatian utama. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) berhasil turun dari 112,27% pada 2023 menjadi 99,34% di 2024.
Penurunan ini menandakan bahwa bank semakin efisien dalam mengelola operasionalnya, sehingga mampu menghasilkan keuntungan.
Perbaikan efisiensi juga terlihat dari rasio beban operasional terhadap pendapatan bunga bersih atau cost to income ratio (CIR).
Rasio ini turun dari 41,52% pada 2023 menjadi 31,47% pada akhir 2024. Dengan demikian, BNC mampu mengoptimalkan pendapatan bunga bersihnya dan mengurangi biaya yang tidak perlu.
Meski mencetak laba, BNC tampak lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit. Pada 2024, total penyaluran kredit tercatat sebesar Rp8,82 triliun, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp10,78 triliun.
“Kami makin selektif dalam menyalurkan kredit dan lebih memperhatikan kualitasnya,” jelas Eri.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BNC mencapai Rp13,06 triliun per 31 Desember 2024, sedikit menurun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp13,87 triliun.
Namun, bank berhasil menurunkan cost of fund dari 6,22% menjadi 6,05%, yang berarti biaya penghimpunan dana menjadi lebih efisien.
Dalam hal permodalan, BNC juga menunjukkan penguatan. Capital adequacy ratio (CAR) meningkat dari 27,86% pada 2023 menjadi 35,30% di akhir 2024.
Hal ini menunjukkan bahwa bank memiliki modal yang lebih kuat untuk menghadapi risiko di masa depan.
Melihat hasil positif ini, BNC menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 12 hingga 15% pada 2025. Fokus utama bank ke depan adalah menjaga kualitas kredit agar NPL tetap sehat serta melakukan diversifikasi segmen nasabah.
Selain itu, mereka juga berencana mengembangkan sektor dana murah (CASA), payroll, dan cash management untuk meningkatkan efisiensi keuangan.
“Kami percaya Bank Neo Commerce berada pada lajur yang tepat untuk terus semakin baik ke depannya. Momentum ini akan terus kami jaga,” tukas Eri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 7Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 8Kalender Jawa 29 September 2026: Selasa Wage Cocok untuk Apa? Ini Watak dan Neptunya
- 9Komisaris Sucofindo: Gus Alex Titip Satu Juta Dolar untuk Pansus Haji, Sosok Komsin Disebut Brimob Jujur
- 10Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun









