Akurat

Fed Rate Ditahan, Bitcoin Melonjak Tajam

Hefriday | 21 Maret 2025, 23:05 WIB
Fed Rate Ditahan, Bitcoin Melonjak Tajam

AKURAT.CO Keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat (AS) untuk mempertahankan suku bunga acuan di 4,50% ternyata membawa angin segar bagi pasar aset kripto.

Langkah ini memberikan kepastian bagi investor setelah periode ketidakpastian yang cukup panjang.

CEO Indodax, Oscar Darmawan, mengungkapkan bahwa Bitcoin (BTC) berhasil bertahan di atas level 80.000 dolar AS setelah keputusan tersebut diumumkan.
 
Bahkan, harga Bitcoin melonjak 5% dari 82.719 dolar AS menjadi 86.854 dolar AS pasca pengumuman pada 19 Maret 2025.
 
"Keputusan The Fed ini mencerminkan stabilitas kebijakan moneter yang berdampak positif pada pasar aset kripto. Stabilitas suku bunga cenderung mendorong investor mencari alternatif investasi dengan potensi pertumbuhan tinggi seperti Bitcoin," ujar Oscar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/3/2025).
 
Oscar juga menyoroti proyeksi dua kali pemangkasan suku bunga di tahun 2025, yang semakin memperkuat optimisme pasar.
 
 
Jika suku bunga turun, likuiditas di pasar keuangan akan meningkat, sehingga mendorong investor beralih ke aset dengan pertumbuhan tinggi seperti Bitcoin dan aset kripto lainnya.
 
Menurutnya, volatilitas Bitcoin setelah keputusan FOMC menunjukkan bahwa aset kripto sangat sensitif terhadap kebijakan ekonomi makro.
 
Hal ini membuktikan bahwa Bitcoin bukan sekadar aset spekulatif, tetapi juga dianggap sebagai alat diversifikasi portofolio yang mampu melindungi nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik.
 
Di sisi lain, kebijakan perdagangan yang diterapkan Presiden Donald Trump juga menjadi perhatian investor. Trump menetapkan tarif 25% terhadap Kanada, Meksiko, China, dan kemungkinan Uni Eropa, yang berpotensi memicu inflasi global.
 
"Kenaikan harga barang akibat tarif ini dapat mendorong masyarakat untuk mencari alternatif aset yang dapat mempertahankan daya beli mereka. Bitcoin, sebagai aset terdesentralisasi, bisa menjadi pilihan yang relevan dalam kondisi ekonomi yang penuh tekanan," jelas Oscar.
 
Kebijakan proteksionisme ini dapat menyebabkan harga barang dan jasa naik di AS, sehingga masyarakat mulai mencari cara untuk melindungi kekayaan mereka dari dampak inflasi. Bitcoin, yang dikenal sebagai "emas digital", sering kali menjadi pilihan utama dalam situasi seperti ini.
 
Meskipun Bitcoin menunjukkan ketahanan yang kuat, Oscar mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati. Menurutnya, strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) bisa menjadi pendekatan yang bijak bagi investor ritel.
 
"Dengan kondisi ekonomi global yang dinamis, strategi DCA memungkinkan investor untuk masuk ke pasar secara bertahap, mengurangi risiko volatilitas, dan memperkuat portofolio investasi mereka," katanya.
 
Strategi DCA melibatkan pembelian aset secara berkala dalam jumlah yang tetap, sehingga membantu investor mendapatkan harga rata-rata yang lebih baik dalam jangka panjang, tanpa terpengaruh fluktuasi harga harian.
 
Dengan kebijakan moneter AS yang stabil dan minat yang terus meningkat terhadap Bitcoin sebagai aset lindung nilai, pasar kripto diprediksi akan tetap bertahan dan tumbuh dalam beberapa bulan mendatang.
 
Oscar optimistis bahwa Bitcoin akan terus menjadi pilihan utama investor di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, semakin banyak institusi yang mulai memasukkan Bitcoin ke dalam strategi investasi mereka, yang akan semakin memperkuat fundamental pasar kripto.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa