AKURAT.CO Dalam kehidupan sehari-hari, pinjaman atau utang kerap kali dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindari. Hal ini dipengaruhi oleh banyak mitos yang beredar dan sering kali salah kaprah.
Padahal, pinjaman bisa menjadi solusi keuangan yang sangat berguna jika dikelola dengan baik. Kini Akurat.co akan membahas beberapa mitos umum seputar pinjaman dan fakta sebenarnya yang bisa membantu mematahkan stigma buruk tersebut.
1. Berutang Hanya Memberi Dampak Buruk
1. Berutang Hanya Memberi Dampak Buruk
Salah satu anggapan yang sering beredar adalah bahwa berutang hanya akan membawa masalah. Banyak orang percaya bahwa memiliki utang adalah tanda kegagalan dalam mengelola keuangan pribadi.
Faktanya, tidak semua utang adalah buruk. Jika digunakan secara bijak, utang dapat menjadi alat untuk meningkatkan kondisi finansial, seperti menambah modal usaha atau investasi dalam properti. Utang produktif, seperti pinjaman untuk pendidikan atau usaha, justru bisa membantu individu atau keluarga mencapai kestabilan ekonomi jangka panjang.
2. Skor Kredit dan Penghasilan Menentukan Persetujuan Pinjaman
2. Skor Kredit dan Penghasilan Menentukan Persetujuan Pinjaman
Seringkali, calon peminjam beranggapan bahwa hanya skor kredit dan penghasilan yang menentukan apakah pengajuan pinjaman akan disetujui.
Faktanya, meskipun kedua faktor tersebut penting, penyedia pinjaman juga mempertimbangkan berbagai aspek lain seperti kelengkapan dokumen dan aset jaminan. Kelengkapan berkas sering kali menjadi penentu utama dalam pengajuan pinjaman, sehingga penting bagi pemohon untuk mempersiapkan segala syarat yang dibutuhkan dengan baik.
3. Pinjaman Ditolak Sekali, Tidak Bisa Mengajukan Lagi
3. Pinjaman Ditolak Sekali, Tidak Bisa Mengajukan Lagi
Banyak orang menyerah setelah pengajuan pinjaman mereka ditolak, percaya bahwa mereka tidak akan pernah mendapatkan persetujuan di tempat lain.
Faktanya, setiap lembaga keuangan memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda. Pengajuan pinjaman yang ditolak di satu tempat belum tentu akan mengalami hal yang sama di tempat lain. Oleh karena itu, calon peminjam perlu mempelajari berbagai layanan pinjaman yang tersedia dan mencoba kembali jika mereka yakin dapat memenuhi syarat di lembaga lain.
4. Hanya Bisa Mengajukan Satu Pinjaman pada Waktu yang Sama
4. Hanya Bisa Mengajukan Satu Pinjaman pada Waktu yang Sama
Sebagian orang percaya bahwa mereka hanya bisa memiliki satu pinjaman aktif dalam satu waktu, misalnya jika sudah memiliki Kredit Pemilikan Rumah (KPR), mereka tidak bisa mengajukan pinjaman lainnya.
Faktanya, seseorang bisa memiliki beberapa pinjaman sekaligus, selama mereka mampu memenuhi persyaratan dan cicilan tidak melebihi kapasitas keuangan. Namun, penting untuk mempertimbangkan beban utang secara keseluruhan agar tidak berisiko gagal bayar.
5. Pinjaman Online Pasti Tidak Aman
5. Pinjaman Online Pasti Tidak Aman
Pinjaman online sering kali dianggap tidak aman karena banyaknya kasus penipuan yang terjadi melalui layanan fintech ilegal.
Faktanya, pinjaman online yang dilakukan melalui lembaga keuangan resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebenarnya aman dan transparan. Calon peminjam perlu memastikan bahwa lembaga penyedia pinjaman terdaftar dan memiliki regulasi yang jelas untuk menghindari penipuan.
6. Tidak Ada Alternatif Selain Pinjaman
6. Tidak Ada Alternatif Selain Pinjaman
Ketika menghadapi masalah keuangan, tidak jarang orang menganggap pinjaman sebagai satu-satunya solusi.
Faktanya, selain pinjaman, ada alternatif lain yang bisa dipertimbangkan, seperti pegadaian atau penjualan barang berharga. Dana darurat juga menjadi solusi yang bijak untuk mengatasi kebutuhan mendesak tanpa harus menambah beban utang.
7. Pinjaman Harus Disertai Jaminan
Masih banyak yang percaya bahwa mengajukan pinjaman harus selalu disertai dengan jaminan berupa aset berharga.
Faktanya kini tersedia Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang tidak memerlukan jaminan apa pun. Layanan ini sangat membantu bagi mereka yang tidak memiliki aset untuk dijadikan jaminan namun tetap membutuhkan akses ke pinjaman.
8. Tingkat Bunga Tidak Mempengaruhi Cicilan
8. Tingkat Bunga Tidak Mempengaruhi Cicilan
Sebagian orang percaya bahwa bunga tidak memengaruhi jumlah cicilan karena pinjaman dengan bunga tinggi seringkali memiliki tenor yang lebih panjang.
Faktanya tingkat bunga sangat memengaruhi jumlah keseluruhan cicilan. Pinjaman dengan bunga tinggi pada akhirnya akan lebih membebani peminjam, meskipun angsuran bulanan terlihat kecil. Penting untuk memahami skema bunga dan memilih tenor yang sesuai dengan kemampuan finansial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla










