AKURAT.CO Meski aset kripto Bitcoin (BTC) menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH) bahkan di waktu yang lebih cepat dari perkiraan, namun cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar terbesar ini diprediksi dapat turun lagi nilainya setelah tahun 2025.
Untuk diketahui, pada perdagangan Kamis, 14 Maret 2024 pukul 14.05 WIB, Bitcoin menembus harga tertinggi sepanjang masa alias ATH di angka USD73.646 atau setara dengan Rp1,14 miliar dalam asumsi kurs Rp15.582 perdolar Amerika Serikat (AS).
Sebagaimana diketahui, kenaikan Bitcoin ke level ATH ini didukung oleh sentimen positif dari disetujuinya produk exchange traded fund (ETF) Bitcoin Spot di Amerika.
Selain itu, melonjaknya Bitcoin juga dipengaruhi oleh periode halving Bitcoin yang akan berlangsung tahun ini, yang mana diperkirakan akan jatuh pada bulan April 2024.
Meskipun ATH saat ini disambut oleh investor kripto dengan respon positif, apalagi nilainya lebih tinggi sekitar 10% dari ATH sebelumnya yang ditembus pada November 2021, namun perlu diingat bahwa setelah aset kripto ini mencetak harga tertinggi sepanjang masa pada tiga tahun yang lalu itu, Bitcoin mengalami kemerosotan selama tahun 2022 dan 2023.
Baca Juga: Bitcoin Lanjutkan Penguatan Usai Cetak Rekor Tertinggi
Bahkan, pada kurun waktu dua tahun tersebut, Bitcoin bahkan sempat ambles hingga ke kisaran USD16.000-an (Rp249 jutaan) menjelang akhir tahun 2022. Lantas, apakah setelah menembus ATH baru ini Bitcoin akan kembali anjlok seperti yang pernah terjadi sebelumnya?
Chief Compliance Officer (CCO) Reku, Robby, mengatakan bahwa ATH Bitcoin sejatinya punya siklus 4 tahunan. Berbeda dengan ATH sebelumnya, kali ini Bitcoin bisa menembus harga tertinggi sepanjang masa sebelum memasuki periode halving.
Padahal, jika meninjau pada keberhasilan Bitcoin di akhir 2021, ATH aset kripto ini baru bisa ditembus setelah melewati periode halving di tahun 2020.
Menurut Robby, pencapaian ATH Bitcoin pada tahun 2024 ini datang lebih cepat karena adanya sentimen positif dari ETF yang disetujui sebelum periode halving. Selain itu, suku bunga bank sentral AS alias The Federal Reserve (The Fed) yang diprediksi akan mulai dipangkas dalam waktu dekat pun menjadi faktor yang mempercepat kenaikan harga Bitcoin.
Robby pun memberikan pandangannya terkait siklus kenaikan Bitcoin jika berkaca pada tren harganya secara historis. Dengan berkaca pada ATH sebelumnya, Robby memperkirakan Bitcoin masih berpotensi mencetak ATH baru lagi, setidaknya hingga 2025.
Potensi tersebut diproyeksikan dengan mengingat kecenderungan Bitcoin yang naik pesat setelah periode halving seperti yang terjadi pada tahun 2021. Nantinya, setahun setelah itu, nilai Bitcoin akan mengalami penyusutan dan bisa jadi terjadi secara besar-besaran.
"Setelah (ATH) itu, biasanya (Bitcoin) akan masuk ke winter season, yang mana itu jatuhnya nanti pada tahun 2026 dan 2027 sebelum masuk ke periode halving lagi di 2028,” kata Robby usai acara bertajuk 'Ngabuburit Bahas Prospek Investasi Saat Ramadan' yang diselenggarakan Reku di Jakarta, Kamis, 14 Maret 2024.
Dengan kata lain, jika menilik kinerja Bitcoin secara historis, aset kripto ini memang biasanya akan naik pesat di momentum yang mendekati periode halving, baik itu sebelum maupun sesudahnya.
Setelah itu, Bitcoin berpotensi untuk merosot atau seperti yang disebutkan oleh Robby sebagai fase winter season sebelum nantinya bisa meroket lagi saat memasuki periode halving. Bahkan, bisa jadi di periode halving berikutnya, Bitcoin akan naik lebih tinggi dan mencetak ATH baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 4Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 5Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 6Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 7Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 8Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 9Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas
- 10KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil










