Lewat Program Peternakan Rakyat, Pemerintah Genjot Keuangan Inklusif

AKURAT.CO Penyediaan akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal memainkan peranan penting dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik akses terhadap penempatan dana maupun pembiayaan usaha di lembaga keuangan formal.
Untuk itu, Pemerintah kian gencar mengintegrasikan kegiatan pemberdayaan ekonomi dan keuangan inklusif guna mencapai tingkat inklusi keuangan sebesar 90% pada tahun 2024, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo selaku Ketua Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI).
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan yang juga selaku Ketua Sekretariat DNKI, Ferry Irawan mengatakan sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), salah satu kelompok sasaran prioritas keuangan inklusif yakni sektor agrikultur yang menyasar petani, peternak, dan nelayan.
Baca Juga: Gandeng Kementan, Bank Sinarmas Bahas Pembiayaan Peternakan Daging Sapi
Sektor agrikultur tersebut juga merupakan salah satu penopang terbesar ekonomi nasional, sehingga tingkat kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan perlu untuk terus didorong.
“Pemerintah berkomitmen untuk mengembangkan literasi keuangan dan keterampilan wirausaha khususnya bagi para peternak sebagai salah satu upaya transformasi ekonomi yang inklusif dan produktif dengan meningkatkan transfer of knowledge dan teknologi serta pendampingan kemitraan,” ungkap Ferry di sela FGD pemberdayaan akses keuangan dengan skema closedloop pada klaster peternakan rakyat dikutip Jumat (15/12/2023).
Ditambahkan, upaya scale up usaha dengan bermitra bersama BUMN diharapkan mampu mengakselerasi klaster peternakan rakyat. Selain itu, optimalisasi hasil produksi juga terus didorong melalui pengelolaan supply dan demand yang baik, mempermudah penyaluran subsidi, serta mendorong regenerasi dengan melahirkan peternak milenial.
Selanjutnya, peningkatan pembiayaan bagi kelompok peternak juga terus diupayakan oleh Pemerintah melalui program KUR dengan bunga yang relatif rendah. Terkait dengan akses pembiayaan tersebut, Pemerintah juga memanfaatkan digitalisasi sebagai opsi baru bagi masyarakat. Pemanfaatan digitalisasi dinilai mampu mendorong inklusi keuangan yang akan berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi secara menyeluruh, untuk itu akselerasi keuangan digital menjadi salah satu strategi pengembangan peternak rakyat.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Anggota Komisi IV DPR RI Ravindra Airlangga, Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah Kemenko Perekonomian Erdiriyo, Sekjan Majelis Dakwah Islamiyah, perwakilan PT Berdikari, perwakilan PT Askrindo Syariah, perwakilan PT Jamkrindo Syariah,pPerwakilan Bank BJB Syariah, perwakilan Pegadaian Syariah, serta perwakilan Cikarawang Farm.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








