Siapa AdaKami, Pinjol Viral Diduga Penyebab Nasabah Bunuh Diri?

AKURAT.CO - Salah satu aplikasi pinjaman online (pinjol) ternama di Indonesia, yakni AdaKami, yang tengah menjadi perbincangan warganet. Banyak orang yang penasaran dengan profil AdaKami dengan latar belakangnya.
Pasalnya, AdaKami terseret kasus bunuh diri dari nasabahnya akibat perilaku oknum sebagai penagih utang dari AdaKami telah bersikap berlebihan. Dari mulai adanya order fiktif hingga ancaman ditujukan kepada korban.
Karena viralnya kasus tersebut di media sosial, akhirnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turun tangan langsung dengan memanggil jajaran petinggi AdaKami. Pertemuan tersebut guna untuk melakukan klarifikasi dugaan kasus bunuh diri dari nasabah AdaKami.
Namun sayangnya, AdaKami mengaku belum menemukan bukti secara lengkap sehingga tidak bisa dipastikan kebenarannya. OJK akan terus meminta AdaKami untuk melakukan investigasi secara mendalam.
Baca Juga: OJK Siap Tindak Tegas AdaKami Jika Terbukti Melanggar Aturan Perlindungan Konsumen
Untuk itu, AdaKami meminta bantuan kepada masyarakat dan nasabahnya yang mengetahui informasi lebih jelas bisa menghubungi mereka. Khususnya masalah dengan cara penagihan tim debt collector, agar bisa dikumpulkan menjadi bukti-bukti dan mengirimkannya ke pihak AdaKami.
Mengutip berbagai sumber, Jumat (22/9/2023), berikut ini profil AdaKami secara lengkap untuk mengetahui sosok pendiri aplikasi pinjol terkenal.
Profil Pinjol AdaKami
AdaKami merupakan bagian dari PT Pembiayaan Digital Indonesia didirikan oleh Bernardino Moningka Vega. Dalam jejeran direksi AdaKami, yakni ada Bernardino Moningka Vega sebagai Direktur Utama dan Li Meng Michael sebagai Direktur Operasional.
Sedangkan di bagian jajaran komisaris AdaKami yaitu ada Isenta Hioe sebagai Komisaris Utama, Ho Tak Leung Simon dan Amelia Kurniawan sebagai Komisaris.
Platform AdaKami dibuat untuk peer-to-peer lending online lokal. Perusahaan tersebut sudah berizin dan diawasi langsung oleh OJK sejak berdiri di tanggal 28 Juni 2018.
Tak heran jika masyarakat Indonesia sangat percaya dengan AdaKami sebagai platform pinjol, alasannya karena sudah resmi. Berdasarkan informasi yang didapat, tercatat laporan laba rugi dan penghasilan tahunan per 31 Desember 2022 dari AdaKami.
Fakta menarik dari profil AdaKami, mereka pernah memiliki hasil pendapatan sebesar Rp1,24 triliun dengan laba bersih mencapai Rp170,3 miliar, di tahun 2022. Aset dari perusahaan sendiri saja mencapai Rp617,07 miliar, terdiri dari aset lancar Rp579.2 miliar serta aset tidak lancar Rp 37,85 miliar
Bagi yang belum tahu, pemegang saham tertinggi di AdaKami adalah FinVolution Group, perusahaan fintech kenamaan asal China yang berdiri pada 2007. Perusahaan ini juga sudah melantai di bursa AS (NSDQ), dengan kode saham FINV.
Berdasarkan laporan keuangan tahunannya, FinVolution Group telah memegang porsi sebesar 80 persen kepemilikan saham PT Pembiayaan Digital Indonesia.
Itulah informasi lengkap mengenai profil AdaKami dan sosok petingginya. Dengan adanya kasus dugaan penyebab nasabah bunuh diri akibat pinjol, maka ada baiknya masyarakat mulai waspada terhadap pinjol di zaman sekarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








