Belum 100 Persen Akurat, Meta Perlu Berikan Label dan Disclaimer Terkait Akurasi Bot AI

AKURAT.CO Era AI, atau kecerdasan buatan, mengubah cara masyarakat mencari informasi.
Pencarian informasi tidak sebatas melalui media maupun mesin pencarian tapi juga melalui teknologi AI.
Sering kali masyarakat bertanya kepada aplikasi AI dengan mengajukan pertanyaan "Aplikasi AI, tolong cari informasi ini" "Aplikasi AI apakah berita ini benar?"
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, Kunto Adi Wibowo, menyayangkan bahwa hingga saat ini AI sering kali masih mengambil informasi dari berbagai sumber tanpa filter apa pun.
"Celetukan siapa pun di media sosial bisa saja muncul sebagai jawaban AI atas pertanyaan-pertanyaan penggunanya," kata Kunto, melalui keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Baca Juga: UTB Gelar Wisuda ke-25, Kukuhkan Lulusan yang Siap Bersaing di Era Kecerdasan Buatan
Menurutnya, kontrol terhadap verifikasi informasi harusnya ada di penyedia layanan jasa aplikasi AI. Terutama publikasi terkait sumber data yang menjadi acuan AI menjawab pertanyaan serta disclaimer bahwa AI belum sepenuhnya akurat dalam menjawab pertanyaan pengguna.
"Beberapa platform AI seperti OpenAI dan Gemini sudah memberikan disclaimer, misalnya Open AI dengan 'ChatGPT can make mistakes. Check important info' atau Gemini dengan 'Gemini may display inaccurate info' mendorong pengguna untuk melakukan verifikasi terhadap informasi-informasi yang dijawab oleh AI atas pertanyaan mereka," jelasnya.
Mengenai kasus yang terjadi akhir-akhir ini di mana jawaban Meta menjadi sumber informasi terkait berbagai isu trending seperti karhutla, Kunto menjelaskan bahwa Bot AI Meta perlu memberikan label atau disclaimer secara resmi terkait akurasi informasi yang diberikan.
Hal ini penting agar kesalahan sistem tidak menimbulkan misinformasi baru dan membatasi hak masyarakat dalam membuat keputusan.
"Meta sendiri menjelaskan bahwa untuk penggunaan komersil Meta AI, mereka akan menambahkan disclaimer pada 30 Oktober 2026 yang berbunyi bahwa (Meta) AI dapat melakukan kesalahan dan pelanggan bertanggung jawab atas konsekuensi penggunaan (Meta) AI," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya







