Satelit Rekam Kerusakan Kompleks Khamenei di Teheran Usai Serangan AS-Israel

AKURAT.CO Citra dan video satelit terbaru memperlihatkan kerusakan parah di kompleks Ayatollah Ali Khamenei di Teheran. Serangan tersebut disebut sebagai operasi militer terkoordinasi antara Amerika Serikat dan Israel.
Gambar bertanggal 28 Februari menunjukkan asap hitam pekat membubung dari area kompleks. Beberapa bangunan di dalam kawasan itu tampak mengalami kerusakan signifikan akibat hantaman serangan.
Kompleks yang dikenal dengan nama beyt-e rahbari merupakan kantor sekaligus kediaman resmi Pemimpin Tertinggi Iran. Lokasi ini selama puluhan tahun menjadi pusat aktivitas politik dan administrasi tertinggi negara.
"Citra satelit menunjukkan kediaman resmi Ali Khamenei hancur total," tulis nama pengguna @Muneeb_I2 di platform X, dikutip Sabtu (28/2/2026).
Dari tempat tersebut, Ayatollah Khamenei kerap menyampaikan pernyataan penting terkait kebijakan dalam dan luar negeri. Posisi Pemimpin Tertinggi sendiri memegang otoritas politik dan keagamaan tertinggi dalam struktur pemerintahan Iran.
Tidak hanya Teheran, laporan ledakan juga muncul dari sejumlah kota lain seperti Isfahan dan Qom. Situasi ini menandai eskalasi konflik yang meluas ke berbagai wilayah strategis di Iran.
Peristiwa ini terjadi setelah pengumuman pada 29 Maret oleh Amerika Serikat dan Israel terkait dimulainya operasi militer skala besar. Operasi tersebut disebut secara langsung menargetkan fasilitas di wilayah Iran.
Kementerian Pertahanan Israel menyatakan pihaknya telah meluncurkan serangan pendahuluan atau preemptive strike. Pemerintah Israel juga menetapkan status darurat khusus di seluruh negeri menyusul langkah tersebut.
Eskalasi ini berpotensi memperburuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Keterlibatan langsung AS dan Israel dalam operasi militer terhadap Iran dinilai dapat memicu dampak yang lebih luas secara regional maupun global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





