MDLA Ungkap Rahasia 20 Tahun Transformasi Digital hingga Raih Penghargaan Inovasi Teknologi

AKURAT.CO PT Medela Potentia Tbk (MDLA) dan entitas anak terus memperkuat modernisasi rantai pasok kesehatan melalui fondasi digital yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade.
Sejak 2003, perusahaan mengumpulkan dan mengelola data operasional skala besar, yang kini diolah untuk menghasilkan insight strategis guna mendukung efisiensi proses bisnis dan pengambilan keputusan.
Information Technology Director MDLA, Cahyadi Suwindra Sugondo, menuturkan bahwa transformasi digital di MDLA merupakan perjalanan panjang yang terus berkembang.
“Kami sudah menggunakan digital sejak 2003 dan data yang terkumpul sangat banyak. Kami sekarang mencoba mengolah data tersebut, mencari insight apa yang bisa disimpulkan menggunakan teknologi seperti AI,” ujarnya.
Modernisasi tersebut mencakup seluruh titik kritis ekosistem distribusi kesehatan. Di sisi konsumen, MDLA mengoperasikan GoApotik, platform pemesanan produk kesehatan dan obat resep yang terhubung langsung dengan jaringan apotek.
Layanan ini diperkuat GPOS B2B dan GPOS Lite sebagai sistem operasional apotek yang memfasilitasi pemesanan digital kepada prinsipal, sekaligus meningkatkan akurasi manajemen stok dan transaksi.
Pada rantai pasok, MDLA telah menerapkan Warehouse Management System (WMS) dengan pemantauan suhu real-time, barcode system, serta integrasi inventori untuk memastikan kecepatan dan ketepatan pemenuhan permintaan.
Baca Juga: Craig Richards Fokus Kejar Gelar Dunia, Ogah Buang Waktu Ladeni Ben Whittaker
Perusahaan juga memaksimalkan teknologi melalui AI Optimizer Planning System, yang mampu memprediksi pola permintaan, mengatur pengadaan, serta mengalokasikan produk dengan lebih presisi.
Di tahap distribusi, AI-powered courier routingmembantu mengoptimalkan rute kurir secara otomatis sehingga pengiriman ke apotek dan fasilitas kesehatan menjadi lebih cepat dan efisien.
Dukungan teknologi juga diperkuat melalui aplikasi Infostep, yang memungkinkan tim komersial memantau stok, melihat histori transaksi, dan melakukan pemesanan langsung dari perangkat seluler.
Seluruh sistem tersebut terintegrasi dalam platform TI terpadu yang dirancang untuk menciptakan proses distribusi yang modern, responsif, dan andal.
Komitmen digital MDLA juga menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. HR & Sustainability Director MDLA, Nancy Kartika, menegaskan bahwa inovasi tidak hanya berfokus pada efisiensi, tetapi juga pada kualitas layanan kesehatan.
“Pendekatan teknologi membantu kami menjaga konsistensi layanan, meningkatkan transparansi, dan memastikan kualitas di seluruh proses,” katanya.
Atas berbagai inisiatif tersebut, MDLA dan entitas anak meraih penghargaan Inovasi Teknologi & Digital pada ajang BeritaSatu Malam Apresiasi 2025. Penilaian dilakukan sepanjang 2024 oleh dewan juri independen dari tim litbang dan redaksi B-Universe.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas perjalanan panjang MDLA dalam memperkuat kapabilitas digital di ekosistem kesehatan nasional.
Baca Juga: Suplai Gas Menipis, PLN EPI Ngebut Bangun Jaringan LNG Nasional
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








