Sederet Teknologi Militer yang Terlibat dalam Perang India - Pakistan

AKURAT.CO Pada 7 Mei 2025, India melancarkan serangan udara ke sembilan lokasi di Pakistan, yang diklaim sebagai kamp teroris yang terkait dengan serangan sebelumnya di Kashmir India. India menyebutkan bahwa targetnya termasuk Markaz Taiba, Markaz Subhan, dan kamp-kamp lainnya yang diduga digunakan oleh kelompok seperti Lashkar-e-Taiba (LeT), Jaish-e-Mohammed (JeM), dan Hizbul Mujahideen untuk perekrutan, indoktrinasi, dan pelatihan.
Sebagai respons, Pakistan mengklaim telah menembak jatuh lima pesawat tempur India dan melancarkan serangan balasan. Pakistan juga menegaskan bahwa lokasi yang diserang oleh India bukanlah kamp militan. Kedua negara saling mengancam dengan eskalasi militer lebih lanjut.
Teknologi militer sendiri memainkan peran yang sangat penting dalam konflik India-Pakistan, baik dari segi kemampuan militer maupun dalam aspek ekonomi dan stabilitas regional. Pengembangan dan penerapan teknologi canggih oleh kedua negara menunjukkan bahwa masa depan konflik di kawasan ini akan sangat dipengaruhi oleh inovasi teknologi.
Teknologi Militer yang Terlibat
a. Pesawat Tempur dan Sistem Pertahanan Udara
India mengandalkan pesawat tempur canggih seperti Rafale, Su-30MKI, Mirage 2000, dan Tejas dalam operasi udara. Sistem pertahanan udara India termasuk S-400 Triumf, yang mampu mendeteksi dan menghancurkan berbagai ancaman udara. Pakistan, di sisi lain, menggunakan pesawat seperti JF-17 dan F-16, serta sistem pertahanan udara seperti LY-80 dan HQ-16.
b. Rudal dan Sistem Peluncuran
India memiliki sistem peluncuran rudal canggih, termasuk Rudal Balistik Antarbenua Agni-V dan Rudal Jelajah Nirbhay. Pakistan mengembangkan sistem peluncuran rudal seperti Babur dan Shaheen, yang dapat membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir.
c. Drone dan Teknologi Pengawasan
India sedang dalam proses akuisisi 31 drone bersenjata MQ-9B dari AS untuk meningkatkan kemampuan pengawasan dan serangan presisi. Pakistan juga mengembangkan drone seperti Burraq dan Shahpar untuk misi pengintaian dan serangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 4UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 5Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 6Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 7Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 8Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian






