Starlnik Hadir di Indonesia, Ancaman Keamanan Internet Satelit Mengintai

AKURAT.CO Pratama Dahlian Persadha selaku Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi CISSReC, mengungkapkan potensi ancaman dari penggunaan satelit untuk serangan fisik.
Menurutnya, perubahan orbit satelit yang disengaja dapat mengakibatkan jatuhnya satelit ke infrastruktur kritis seperti gardu induk PLN atau kilang Pertamina, serta pusat pemerintahan yang bisa menimbulkan korban jiwa, termasuk ancaman terhadap nyawa presiden dan menteri.
Meskipun satelit tidak dilengkapi hulu ledak seperti roket, dampaknya tetap signifikan karena berada di Low Earth Orbit (LEO). Sebagian besar satelit memang akan terbakar di atmosfer, namun sisa-sisa fisiknya tetap berpotensi menyebabkan kerusakan.
"Hal ini bukan tidak mungkin terjadi karena pada tahun 2006 salah satu hacker terkenal yaitu Jim Geovedi berhasil melakukan peretasan dan merubah orbit satelit milik Cina dan Indonesia," ujar Pratama dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co, Kamis (23/5/2024).
Sementara itu, bisnis internet di Indonesia menghadapi polemik terkait layanan internet Starlink. Meskipun saat ini biaya penggunaan Starlink masih relatif tinggi, perusahaan tersebut berencana menurunkan biaya berlangganan hingga di bawah Rp100.000 dalam dua atau tiga tahun mendatang.
Jika ditambah dengan perangkat yang murah atau gratis, Internet Service Provider (ISP) lokal bisa kesulitan bersaing dari segi harga dan layanan.
Pratama menegaskan bahwa pemerintah perlu memastikan Starlink mematuhi semua persyaratan yang telah ditetapkan. Ini penting untuk menjaga kedaulatan digital Indonesia, termasuk memastikan trafik internet melalui Starlink melewati NAP lokal dan tidak menggunakan laser link sebagai backbone layanan di Indonesia.
Keamanan siber dan kedaulatan digital menjadi isu penting seiring dengan berkembangnya teknologi satelit dan layanan internet global seperti Starlink. Pemerintah perlu mengambil langkah proaktif untuk melindungi infrastruktur dan memastikan persaingan bisnis internet yang sehat di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia








