KPK: Fakta Persidangan Kasus Bea Cukai Jadi Bahan Kajian Penyidik

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan mencermati seluruh fakta yang terungkap dalam persidangan perkara dugaan suap pengurusan impor di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), termasuk kemunculan sejumlah nama yang diduga menerima aliran dana dari PT Blueray Cargo.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengatakan, penyidik dan jaksa penuntut umum (JPU) tengah menelaah setiap fakta yang muncul di persidangan sebelum menentukan langkah hukum lanjutan.
“Pasti penyidik akan mencermati apa yang sudah didapatkan oleh jaksa penuntut umum. Karena perkara ini masih berproses di persidangan,” kata Setyo kepada wartawan di Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Menurut Setyo, informasi yang muncul dalam persidangan tidak serta-merta menjadi dasar untuk mengambil tindakan hukum. Seluruh fakta tersebut terlebih dahulu akan dianalisis melalui mekanisme yang berlaku.
“Normalnya setelah persidangan, jaksa akan membuat laporan pengembangan dari hasil proses penuntutan. Namun informasi yang muncul di persidangan tentu tetap dicermati oleh penyidik dan Kedeputian Penindakan,” ujarnya.
Dalam beberapa sidang terakhir, sejumlah nama mencuat dalam kesaksian maupun pemeriksaan terdakwa, di antaranya Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama, mantan pejabat Bea Cukai Ahmad Dedi alias Dedi Congor, serta pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nyoman Adi.
Setyo menjelaskan, setiap keterangan yang disampaikan di persidangan akan dibandingkan dengan berita acara pemeriksaan (BAP) saat penyidikan. Penyidik juga akan menguji kesesuaiannya dengan alat bukti dan keterangan saksi lainnya.
Baca Juga: PDIP Ogah Dikaitkan dengan Tiyo Ardianto
“Kalau di persidangan kan keterangannya disampaikan di bawah sumpah. Itu akan dilihat relevansinya dengan keterangan pada tahap penyidikan, kemudian dikaitkan dengan keterangan saksi-saksi yang lain,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh kesesuaian maupun perbedaan keterangan akan menjadi bahan kajian penyidik sebelum diputuskan langkah berikutnya.
“Semua itu menjadi bahan kajian sampai kemudian ada keputusan dari Kedeputian Penindakan. Nanti sesuai mekanismenya akan dilaporkan kepada pimpinan untuk menentukan tindak lanjut,” ujarnya.
Menanggapi desakan agar KPK segera memeriksa Djaka Budi Utama yang namanya berulang kali muncul dalam persidangan, Setyo meminta publik menunggu hasil analisis penyidik.
“Ya nanti kita tunggu saja apa yang dilakukan oleh penyidik. Saya selaku pimpinan tidak mau mendahului harus begini atau harus begitu. Semuanya harus melalui kajian dan informasi yang mendetail,” katanya.
Menurut Setyo, pembahasan mengenai fakta-fakta persidangan saat ini masih berlangsung di tingkat teknis antara penyidik dan jaksa penuntut umum. Setelah seluruh informasi dinilai lengkap dan memiliki dasar yang kuat, barulah diputuskan langkah hukum selanjutnya.
“Biasanya ada pembahasan khusus antara penuntut dan penyidik. Kalau masih di level kedeputian, tentu semuanya didalami terlebih dahulu. Setelah lengkap dan firm, baru mungkin ada langkah berikutnya,” tegasnya.
Ia memastikan tidak ada informasi yang diabaikan dalam penanganan perkara tersebut. Seluruh fakta yang muncul di persidangan, termasuk dugaan aliran dana kepada pihak-pihak yang belum berstatus tersangka, akan tetap menjadi bagian dari kajian penyidik.
“Semuanya menjadi bahan kajian sampai nanti ada keputusan lebih lanjut,” pungkas Setyo.
Baca Juga: Bahas Evaluasi Haji 2026, Prabowo Panggil Menhaj dan Wamenhaj ke Hambalang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia








