Komite Reformasi Polri Bentukan Presiden Bersifat Ad Hoc, Masa Kerja Maksimal 6 Bulan

AKURAT.CO Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Bambang Eko Suhariyanto, menegaskan, Komite Reformasi Polri yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto bersifat ad hoc dengan masa kerja maksimal enam bulan.
“Reformasi Polri itu ad hoc. Sekitar enam bulan, kalau tidak salah, enam bulan maksimal,” ujar Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (26/9/2025).
Ia menjelaskan, komite tersebut akan bersinergi dengan tim reformasi internal yang dibentuk Kapolri, namun peran utama tetap berada pada tim bentukan Presiden.
“Tim Polri itu nantinya membantu kita. Ada sinergi, tapi yang utama adalah tim bentukan Presiden,” katanya.
Bambang menyebut anggota komite akan diumumkan setelah Presiden Prabowo kembali dari kunjungan kerja luar negeri.
“Tunggu presiden datang,” tegasnya.
Baca Juga: Drakor Tempest Berapa Episode? Simak Jadwal Tayang dan Sinopsis Penuh Misteri di Disney+
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetya Hadi, mengungkapkan, pemerintah segera mengumumkan pembentukan Komite Reformasi Kepolisian usai kepulangan Presiden.
Ia menyebut tim ini kemungkinan beranggotakan sembilan orang, terdiri dari tokoh nasional hingga mantan Kapolri.
“Beberapa nama sudah disebut, termasuk mantan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyatakan kesediaannya untuk bergabung,” kata Prasetya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 8Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








