Pungli Haji Seharga Motor Mewah, MAKI Ungkap Korupsi Rugikan Negara Rp691 Miliar
Eko Krisyanto | 16 Agustus 2025, 10:02 WIB

AKURAT.CO Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) baru-baru ini mengungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam alokasi kuota haji 2024.
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, menyampaikan bahwa setiap calon jemaah haji diduga dikenakan biaya ilegal sebesar Rp75 juta. Pungli ini memanfaatkan lamanya antrean haji, yang bisa mencapai puluhan tahun untuk haji reguler.
Praktik korup ini tidak hanya merugikan para jemaah haji, tetapi juga melanggar aturan resmi pembagian kuota. Yaitu Pasal 64 ayat (2) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
MAKI memperkirakan total kerugian negara akibat pungli ini mencapai Rp691 miliar. Angka tersebut didapat dari perhitungan 9.222 kuota tambahan yang diduga dikenai pungutan, dengan asumsi setiap jemaah membayar Rp75 juta.
Tindakan ini diduga dilakukan oleh oknum-oknum yang sengaja mengambil keuntungan dari antrean panjang calon jemaah haji.
Boyamin menyebutkan bahwa penambahan kuota hingga 10.000 atau 50% dari kuota tambahan ini dicurigai sebagai modus untuk melancarkan aksi pungli tersebut.
Kasus ini menyoroti perlunya pengawasan ketat dan transparansi dalam pengelolaan kuota haji agar tidak ada lagi calon jemaah yang menjadi korban.
Bayu Aji Pamungkas (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo







