Mentan Pecat Pejabat Terlibat Korupsi, DPR: Bersih-Bersih Kementan Demi Nasib Petani

AKURAT.CO Pemecatan sejumlah pejabat di Kementerian Pertanian (Kementan) yang terlibat kasus korupsi mendapat perhatian luas dari publik.
Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mendukung langkah ini karena korupsi yang mengatasnamakan kebijakan sangat merugikan petani.
"Kami mendukung pengungkapan praktik korupsi berjamaah di Kementerian Pertanian. Jika tidak diberantas, nasib petani dan sektor pangan kita dipertaruhkan," ujar Daniel Johan, Jumat (13/12/2024).
Ia mengapresiasi langkah tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang memecat sejumlah pejabat yang terbukti terlibat dalam praktik korupsi.
Menurut Daniel, ketegasan seperti ini sangat penting untuk memastikan pengawasan kinerja jajaran kementerian berjalan optimal.
"Ketegasan diperlukan dalam menjalani tugas sebagai menteri. Diharapkan semua pimpinan kementerian dan lembaga juga memiliki keberanian yang sama," tambahnya.
Baca Juga: Alami Kenaikan! Cek Perbedaan Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini 13 Desember
Daniel menyoroti, praktik korupsi di berbagai kementerian sering kali merugikan negara dan masyarakat.
Upaya bersih-bersih di Kementan ini, menurutnya, sejalan dengan seruan Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas kebocoran anggaran akibat ulah oknum pemerintah.
"Dalam berbagai kesempatan, Pak Prabowo menegaskan banyaknya kebocoran anggaran negara akibat permainan oknum-oknum. Ini harus diakhiri," katanya.
Daniel juga mengimbau masyarakat untuk turut aktif mengawasi dan melaporkan kecurangan yang merugikan sektor pertanian. "Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan. Jika ada hal-hal mencurigakan, segera laporkan," tegasnya.
Langkah bersih-bersih ini bermula dari temuan Menteri Pertanian Andi Amran terkait impor jagung senilai Rp6 miliar di tengah panen raya. Impor ini, menurut Amran, membuat harga jagung jatuh, sehingga merugikan petani hingga Rp40 triliun.
Saat mengonfirmasi kebijakan impor ini, Amran mendapati, impor dilakukan berdasarkan aturan internal yang dibuat oleh oknum di kementeriannya.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Bentuk Jempol Kamu Ungkap Sifat Tersembunyi yang Jarang Diketahui!
Untuk mengungkap dalang di balik praktik ini, Amran berpura-pura meminta bagian dari hasil impor kepada mafia jagung.
Strategi tersebut membongkar keterlibatan sejumlah pejabat Kementan yang menerima uang dari hasil korupsi impor jagung.
Salah satu pejabat bahkan diketahui menerima hingga Rp10 triliun.
Sebagai tindak lanjut, Amran langsung memecat empat pejabat yang terlibat, termasuk dua direktur di Kementan.
"Ini langkah awal untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada sektor pertanian," ujar Amran.
Langkah tegas ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun sektor pertanian yang bersih dan mendukung kesejahteraan petani di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








