Polisi: Pembubaran Diskusi di Kemang Dilakukan oleh Dua Kelompok yang Berbeda

AKURAT.CO Polisi menegaskan, kelompok yang berunjuk rasa dan kelompok yang melakukan pembubaran paksa saat berlangsungnya diskusi di Grand Kemang, Jakarta Selatan, adalah dua kelompok yang berbeda.
"Jadi ada kegiatan diskusi yang diduga tidak ada pemberitahuan, kemudian ada aksi demo di depan oleh kelompok A, tiba-tiba ada kelompok B yang melakukan ini (pembubaran)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, Kamis (3/10/2024).
Baca Juga: 30 Anggota Kepolisian Diperiksa Buntut Pembubaran Diskusi di Grand Kemang
Dia menjelaskan, peristiwa demo dan pembubaran terjadi bersamaan pada Sabtu (28/9/2024) pukul 09.00 WIB. Saat itu, polisi tengah mengamankan berjalannya unjuk rasa di depan hotel.
Namun, pada waktu yang bersamaan, para pelaku pembubaran masuk melalui pintu belakang hotel dan membubarkan diskusi.
"Jadi saat petugas sedang mengamankan aksi unjuk rasa kegiatan itu, tiba-tiba ada yang masuk melakukan perusakan. Ceritanya begitu, jadi ada kelompok masyarakat yang berbeda," ungkap dia.
Sebagai informasi, Polda Metro Jaya sendiri telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembubaran paksa diskusi yang diselenggarakan Forum Tanah Air di Hotel Grand Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Sabtu (28/9/2024).
Tiga tersangka tersebut diantaranya FEK sebagai koordinator lapangan, serta GW dan MR alias RD yang melakukan pembubaran dan menganiaya sekuriti hotel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo








