AKURAT.CO Pakar Hukum dan Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, mengatakan, saat ini Kejaksaan Agung (Kejagung) menjelma menjadi lembaga yang superbody.
Hal itu, menurut Trubus, karena Kejagung memiliki kewenangan yang terlalu berlebihan.
“Kejagung menjadi sebuah lembaga yang superbody,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Rabu (4/6/2024).
Trubus menilai, seolah-olah Kejagung ingin terlihat hebat sendiri agar mendapatkan perhatian lebih dari presiden ketimbang para penegak hukum lainnya.
Baca Juga: Prancis Terbuka: Novak Djokovic Mundur karena Cedera, Alcaraz Tantang Sinner di Semifinal
“Saya juga melihat kewenangan Kejagung itu sudah sangat melampaui sekali, akhirnya ego sektoralnya itu sudah seperti jagoan hukum gitu loh,” ujarnya.
Kewenangan itu, menurut Trubus, terlihat dari adanya monopoli seluruh proses hukum dari awal hingga akhir, yakni mulai dari penyelidikan, penyidikan hingga penuntutan dilakukan oleh Kejagung sendiri.
“Padahal harusnya kan di tingkat penyidikan itu ada di tangan kepolisian, penuntutan adalah dia (Kejagung), jadi bagi-bagi porsi. Tapi ini kan enggak, diambil semua gitu. Apalagi kasus-kasus besar semuanya dia, terutama tipikor,” katanya.
Untuk itu, Trubus mengungkapkan, ke depannya harus ada aturan yang jelas dan tegas yang mengatur peran masing-masing penegak hukum.
Baca Juga: Jokowi Ingin Bina Bangsa School Nusantara Bisa Perkenalkan Kearifan Lokal di IKN
Hal itu, menurut Trubus, agar mekanisme kontrol berjalan secara optimal, maksimal dan sebagaimana mestinya.
“Karena enggak bisa one man show seperti itu, harus ada regulasi yang mengatur porsinya masing-masing. Ke depan juga harus dibangun collaborative sinergitas dalam penegakan hukum, jadi ada saling kontrol, checks and balances-nya ada gitu, jadi enggak ada yang merasa hebat sendiri,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









