Akurat

Warung NKRI Digital Cara BNPT Kolaborasikan Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Era Kekinian

Mukodah | 2 Mei 2024, 21:12 WIB
Warung NKRI Digital Cara BNPT Kolaborasikan Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Era Kekinian

 

AKURAT.CO Era digitalisasi menuntut berbagai lini kehidupan harus terintegrasikan dengan dunia digital.

Pun dalam pencegahan radikalisme dan terorisme, cara-cara konvensional yang telah dilakukan harus diubah dengan menyesuaikan perkembangan dunia teknologi informasi yang semakin canggih.

Apalagi dunia digital atau dunia maya dijadikan lahan kelompok radikal untuk menyebarkan paham dan merekrut anggota baru.

Fakta itulah yang membuat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus melakukan inovasi dalam program pencegahan radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Salah satunya dengan membangun Warung NKRI Digital yang merupakan akronim dari wadah akur rukun usaha nurani gelorakan NKRI demi Indonesia tegakkan informasi teknologi secara aman dan lancar.

Baca Juga: BNPT Apresiasi Konsistensi UNODC dalam Mendukung Penanggulangan Terorisme di Indonesia

Warung NKRI awalnya dibentuk BNPT untuk mempertemukan para penyintas terorisme dan mitra deradikalisasi yang telah kembali ke NKRI, agar terjadi perdamaian atas masa lalu yang pernah terjadi.

"Kegiatan hari ini dalam rangka launching Warung NKRI Digital, di mana Warung NKRI Digital merupakan transformasi dari Warung NKRI yang sebelumnya. Karena eranya menggunakan digitalisasi maka Warung NKRI yang kita launching Warung NKRI Digital. Sasarannya tetap sama dalam edukasi, terorisme, ekonomi atau wisata pada masyarakat dan juga para mitra deradikalisasi," jelas Deputi 1 Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Roedy Widodo, dalam peresmian Warung NKRI Digital di Kantor Kesbangpol Kota Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (2/5/2024).

Menurutnya, Warung NKRI Digital tidak hanya sekadar warung tapi secara akronim ada singkatan wadah akur rukun usaha nurani gelorakan NKRI demi Indonesia tegakkan informasi teknologi secara aman dan lancar.

Artinya, Warung NKRI Digital bukan sekadar warung buat sekadar ngopi dan duduk-duduk santai tapi dalam kenyataannya sebagai tempat berkumpul ngobrol pintar, ngobrol ringan ala kebangsaan, terkait bagaimana Indonesia atau khususnya Kota Salatiga bisa aman damai harmoni.

Roedy menjelaskan bahwa Warung NKRI Digital memiliki ciri khas yaitu terdapat KOPI (Kerukunan Obat Persatuan Indonesia), GULA (Gotong Royong Untuk Lingkungan Aman) dan TEH (Toleransi Empati Harmoni).

Baca Juga: BNPT Tekankan Peran Media Massa Cegah Terorisme

Sedangkan akronim digital adalah Demi Indonesia, Gerakan Informasi dan Teknologi yang Aman dan Lancar.

"Intinya Warung NKRI Digital ini sebagia wadah untuk mendukung digitalisasi dalam rangka penyebaran informasi dalam penanggulangan radikal terorisme," jelasnya.

Di Warung NKRI DIgital juga dilengkapi berbagai fasilitas agar masyarakat yang datang bisa berkomunikasi secara online di dunia maya dan juga secara offline atau hybrid di mana saja.

Nantinya akan ada nara sumber yang hadir baik dari pusat maupun wilayah.

"Itu tergantung pengelola Warung NKRI Digital berkreasi dan aktif secara terus menerus menghidupkan Warung NKRI Digital. Bukan hanya sekadar setelah launcing tapi ke depan nanti bisa kolaborasi dengan Warung NKRI Digital di mana saja," tutur Roedy.

Bersamaan dengan peresmian Warung NKRI Digital Kesbangpol Kota Salatiga juga diresmikan Omah Ngopi, Rumah Kebangsaan dan kick off Penyusunan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan dalam Penanggulangan Terorisme di Kota Salatiga.

Untuk itu, Roedy mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian dan semangat seluruh pihak, khususnya Pemkot Salatiga, terutama Kesbangpol Kota Salatiga dalam melakukan berbagai upaya pencegahan radikal terorisme.

"Kegiatan ini menjadi momentum program penanggulangan terorisme yang merupakan tangung jawab seluruh komponen bangsa. Bukan hanya tugas BNPT semata tapi memerlukan kerja sama multi pihak. Ini menjadi bukti komitmen dan rasa cinta akan ideologi bangsa dan menjaga keutuhan NKRI," jelasnya.

Roedy menilai peran Kesbangpol sangat vital dalam berkolaborasi secara proaktif dengan seluruh perangkat daerah, terutama dalam meningkatkan pembinaan kepada mitra deradikalisasi yang sudah kembali ke pangkuan NKRI.

Pada kesempatan itu, Roedy juga memaparkan tujuh program prioritas BNPT tahun 2024 yang bertujuan membangun daya tahan masyarakat dari ideologi kekerasan yaitu radikal terorisme melalui public awareness dan public engagement.

Ketujuh program prioritas itu adalah Perlindungan Perempuan, Remaja dan Anak-anak; Pembentukan Desa Siap Siaga; Sekolah Damai; Kampus Kebangsaan; Asesmen Pegawai dengan Tugas Risiko Tinggi; Penanganan WNI yang Terafiliasi FTF; serta Reintegrasi, Reedukasi Mitra Deradikalisasi dan Keluarga di Luar Lapas.

Roedy melanjutkan bahwa banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi intoleran kemudian meningkat menjadi radikal dan puncaknya menjadi pelaku teror.

Salah satu faktor seseorang terpapar radikalisme dan terorisme adalah kemiskinan dan ideologi.

Hal itulah yang mendasari BNPT melakukan pendekatan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteran mitra deradikalisasi dan masyarakat sekitar.

Caranya dengan menggandeng dunia usaha sehingga terbentuklah Warung NKRI Digital.

Warung NKRI Digital di Kantor Kesbangpol Kota Salatiga ini diresmikan oleh Pj Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani.

Dalam sambutannya, Yasip mendukung penuh keberadaan Warung NKRI Digital di Kesbangpol Kota Salatiga.

"Untuk Warung NKRI Digital sudah clear seperti yang disampaikan Pak Deputi 1. Tapi selain Warung NKRI Digital, di sini juga ada Omah Ngopi sebagai wadah ormas untuk ngobrol pintar, bisa terkait NKRI dan masalah kebangsaan lain," jelasnya.

Menurut Yasip, selama ini ormas mengobrol di warung kopi sehingga perlu disatukan dalam wadah yang bagus yaitu Omah Ngopi.

Di sini bisa dikolaborasikan tema-tema kebangsaan. Selain Omah Ngopi juga ada Rumah Kebangsaan yang di dalamnya ada tempat buat paparan, pentas, rapat dan ngopi.

"Di tempat inilah tempat orang berkumpul bersama untuk mengelaborasi sesuatu, salah satunya terkait kebangsaan. Ke depan tentu akan ada agenda-agenda yang dibuat secara berkesinambungan. Bisa diskusi, seminar atau apa saja, bahkan pentas musik pun boleh," terangnya.

Yasip memberikan apresiasi kepada Kesbangpol Kota Salatiga yang bisa menyulap tanah kosong menjadi Warung NKRI Digital, Omah Ngopi dan Rumah Kebangsaan ini.

Selain itu, di tempat tersebut akan disediakan akses wifi, juga dibangun perpustakaan yang diberi nama Moca Moco.

"Kami mengajak BNPT untuk mengisi konten sebagai bahan bacaan di Moca Moco," kata Yasip.

Turut hadir dalam peresmian Warung NKRI Digital, Omah Ngopi dan Rumah Kebangsaan di Kota Salatiga yakni Kepala Kesbangpol Jawa Tengah, Haerudin; Sekda Kota Salatiga, Wuri Pujiastuti; Kepala Kesbangpol Kota Salatiga yang juga Ketua Panpel, Valentino Hariwibowo; Kasubdit Bina Masyarakat BNPT, Kolonel (Pas) Sujatmiko; dan Dandim 0714, Letkol Inf Ade Pribadi Siregar. 

Kemudian Kapolres Kota Salatiga, AKBP Aryuni Novitasari; Tenaga Ahli Bidang Kerja Sama Antar Lembaga BNPT, Laksma (Purn) Joko Sulistyanto; Ketua FKPT Jateng, Syamsul Maarif; perwakilan Duta Damai Dunia Maya Jateng; mitra deradikalisasi dari Yayasan Persadani; Direktur Eksekutif Setara Institute, Halili Hasan; perwakilan ormas, perwakilan parpol, camat dan lurah Se-Kota Salatiga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK