Akurat Logo

Ulama India Kunjungi MUI, Bahas Penghancuran Masjid dan Islamofobia

Lufaefi | 8 Oktober 2026, 12:00 WIB
Ulama India Kunjungi MUI, Bahas Penghancuran Masjid dan Islamofobia
Ulama India Kunjungi MUI - MUI Digital

AKURAT.CO Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerima kunjungan dua ulama asal India yang membahas kondisi umat Islam di India, termasuk persoalan penghancuran masjid dan isu Islamofobia. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor MUI, Jakarta, pada 3 Oktober 2026.

Kedua ulama tersebut adalah Mufti Abu Bakar Jaber Al-Qasmi, pendiri sekaligus Direktur Yayasan Kahf-ul-Iman Trust, India, dan Syekh Maulana Uwais Vastanvi, Wakil Presiden Jamia Islamia Ishaatul Uloom, Akkalkuwa, India. Keduanya berasal dari Hyderabad dan hadir bersama Muhammad Haidar.

Kunjungan tersebut diterima Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan. Dalam pertemuan itu, Amirsyah didampingi Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) MUI, Dubes Bunyan Saptomo, serta sejumlah pengurus HLNKI MUI.

Dalam pertemuan tersebut, Mufti Abu Bakar menyampaikan keprihatinannya mengenai kondisi umat Islam di India. Salah satu persoalan yang disoroti adalah penghancuran sejumlah masjid yang menurutnya berkaitan dengan dinamika politik dan sikap yang ia sebut sebagai Islamofobia.

Baca Juga: Temui Rosan, Bahlil Bahas Apa?

"Penghancuran masjid di India terjadi karena persoalan politik dari penguasa yang Islamofobia," kata Mufti Abu Bakar.

Selain membahas kondisi umat Islam di India, Mufti Abu Bakar juga menilai MUI memiliki peran penting dalam membangun persatuan dan perdamaian umat Islam. Ia mengatakan terdapat banyak organisasi Islam di India, tetapi hubungan antarlembaga tersebut dinilai belum cukup kuat.

Karena itu, delegasi ulama India tersebut menyampaikan keinginan untuk mempelajari pengalaman MUI dalam membangun sinergi antarorganisasi Islam dan memperkuat persatuan umat.

Menanggapi hal tersebut, Buya Amirsyah menekankan pentingnya persatuan umat Islam dalam menghadapi berbagai persoalan. Menurutnya, Al-Qur'an telah mengajarkan umat Islam untuk bersatu dan tidak terpecah-belah oleh berbagai kepentingan.

Amirsyah juga mengaitkan persatuan tersebut dengan kemampuan umat Islam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk isu Islamofobia yang menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan dengan delegasi ulama India.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi