Akurat Logo

Cara Menghilangkan Rasa Malas saat Akan Bekerja di Hari Senin menurut Islam

Lufaefi | 28 September 2026, 06:26 WIB
Cara Menghilangkan Rasa Malas saat Akan Bekerja di Hari Senin menurut Islam
Malas bekerja di hari Senin - Istimewa

AKURAT.CO Hari Senin bagi sebagian orang menjadi awal rutinitas yang cukup berat. Setelah menikmati waktu istirahat pada akhir pekan, kembali bangun pagi, berangkat kerja, menghadapi kemacetan, dan menyelesaikan berbagai pekerjaan terkadang membuat rasa malas muncul bahkan sebelum aktivitas dimulai.

Perasaan seperti itu sebenarnya manusiawi. Namun, jika dibiarkan terus-menerus, rasa malas dapat membuat seseorang kehilangan semangat, menunda pekerjaan, bahkan mengurangi produktivitas.

Dalam Islam, bekerja bukan hanya aktivitas untuk memperoleh penghasilan. Selama pekerjaan dilakukan secara halal dan disertai niat yang baik, aktivitas mencari nafkah juga dapat bernilai ibadah. Karena itu, mengubah cara pandang terhadap pekerjaan dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kembali semangat, termasuk ketika menghadapi hari Senin.

Allah SWT berfirman dalam QS At-Taubah ayat 105:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ

“Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.’”

Ayat tersebut memberikan pesan bahwa pekerjaan dan amal manusia memiliki nilai di hadapan Allah. Karena itu, pekerjaan yang dilakukan dengan cara halal dan bertanggung jawab tidak semestinya dipandang sebagai rutinitas yang tidak bermakna.

Baca Juga: Sistem Upah Kerja dalam Islam yang Adil dan Berkah

Lantas, bagaimana cara menghilangkan rasa malas ketika akan bekerja pada hari Senin menurut perspektif Islam?

Pertama, luruskan kembali niat sebelum memulai pekerjaan. Rasa malas terkadang muncul karena pekerjaan hanya dipandang sebagai kewajiban yang melelahkan. Padahal, mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga merupakan bagian dari tanggung jawab.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat.” (HR Bukhari dan Muslim).

Karena itu, sebelum berangkat kerja, seseorang dapat memperbarui niat bahwa aktivitas yang dilakukan merupakan ikhtiar mencari rezeki yang halal, memenuhi kebutuhan keluarga, dan memberikan manfaat kepada orang lain.

Kedua, jangan memulai hari dengan keluhan. Senin sering kali terasa berat karena sejak bangun tidur seseorang sudah membayangkan pekerjaan yang menumpuk. Pikiran tersebut dapat membuat tubuh semakin enggan bergerak.

Islam mengajarkan umatnya untuk memulai aktivitas dengan mengingat Allah. Salat Subuh, berdoa, membaca Al-Qur'an meskipun beberapa ayat, dan berzikir dapat menjadi cara untuk menenangkan pikiran sebelum menjalani aktivitas.

Doa yang dapat dibaca antara lain:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan.”

Doa tersebut secara langsung memohon perlindungan kepada Allah dari rasa malas.

Ketiga, mulai pekerjaan dari tugas yang paling mudah. Rasa malas sering semakin kuat ketika seseorang langsung berhadapan dengan pekerjaan besar yang terasa sulit diselesaikan. Karena itu, pekerjaan dapat dimulai dari tugas sederhana yang dapat diselesaikan terlebih dahulu.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi