Akurat Logo

Okultasi dalam Al-Qur'an, Fenomena Langit yang Sedang Trending di Indonesia

Lufaefi | 17 September 2026, 08:40 WIB
Okultasi dalam Al-Qur'an, Fenomena Langit yang Sedang Trending di Indonesia
Ilustrasi Okultasi dalam Islam. - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Fenomena langit kembali menarik perhatian masyarakat Indonesia. Kali ini, okultasi Venus oleh Bulan menjadi perbincangan setelah sejumlah wilayah Indonesia bagian barat berkesempatan menyaksikan planet Venus seolah menghilang di balik piringan Bulan.

Fenomena tersebut terjadi pada 14 September 2026. Observatorium Bosscha menjelaskan, okultasi Venus terjadi ketika Bulan melintas tepat di antara Bumi dan Venus sehingga Venus untuk sementara tertutup oleh piringan Bulan. Fenomena ini dapat diamati secara penuh dari wilayah tertentu, termasuk sebagian Sumatra, Jawa bagian barat, dan sebagian Kalimantan Barat.

Di media sosial, fenomena tersebut juga ramai dibagikan oleh masyarakat. Sejumlah foto Bulan yang beredar pada malam 14 September diketahui berkaitan dengan peristiwa okultasi Venus. Beberapa wilayah seperti Sumatra, Banten, Jakarta, Bandung, dan sebagian Kalimantan Barat termasuk daerah yang berpeluang mengamatinya.

Baca Juga: 5 Fenomena Langit yang Disebut dalam Al-Qur'an, Nomor 3 Paling Banyak Tidak Diketahui!

Lantas, apakah fenomena seperti okultasi disebut dalam Al-Qur'an?

Al-Qur'an memang tidak menggunakan istilah astronomi modern "okultasi". Karena itu, tidak tepat apabila fenomena okultasi Venus kemudian disebut secara langsung sebagai fenomena yang dijelaskan Al-Qur'an.

Namun, Al-Qur'an berkali-kali mengajak manusia memperhatikan benda-benda langit, termasuk matahari, bulan, dan bintang. Salah satunya terdapat dalam QS. Al-Anbiya ayat 33.

Allah SWT berfirman:

"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya."

Ayat tersebut memberikan gambaran mengenai keteraturan benda-benda langit. Dalam konteks fenomena okultasi, keteraturan posisi benda-benda langit menjadi hal penting karena peristiwa tersebut terjadi dari sudut pandang tertentu ketika dua benda langit berada pada arah yang tampak berdekatan sehingga salah satunya menutupi yang lain.

Dengan demikian, okultasi dapat menjadi momentum untuk kembali membaca ayat-ayat Al-Qur'an tentang langit secara reflektif.

Dalam QS. Ali 'Imran ayat 190, misalnya, Allah menyebut penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang sebagai tanda-tanda bagi orang yang berpikir.

Pesannya menarik. Al-Qur'an tidak sekadar mengajak manusia melihat langit, tetapi juga menggunakan fenomena alam sebagai pintu untuk berpikir.

Fenomena okultasi sendiri sebenarnya bukanlah gerhana. Keduanya memang sama-sama melibatkan peristiwa ketika satu benda langit tampak menutupi benda langit lainnya, tetapi istilah dan konteks astronominya berbeda.

Pada okultasi Venus 14 September 2026, Bulan tampak menutupi Venus dari lokasi pengamat tertentu. Venus kemudian terlihat kembali setelah melewati bagian belakang piringan Bulan. Observatorium Bosscha bahkan menggelar pengamatan langsung yang melibatkan sejumlah lokasi di Indonesia.

Fenomena tersebut juga menunjukkan bahwa apa yang terlihat dari satu wilayah belum tentu terlihat dengan cara yang sama dari wilayah lain. Posisi pengamat di permukaan Bumi sangat menentukan apakah Venus benar-benar tertutup Bulan atau hanya tampak berdekatan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi