Akurat

Bagaimana Cara Menghargai Orang yang Berbeda Agama? Inilah Penjelasannya

Naufal Lanten | 22 Desember 2025, 20:16 WIB
Bagaimana Cara Menghargai Orang yang Berbeda Agama? Inilah Penjelasannya

AKURAT.CO Indonesia dikenal sebagai negara dengan keberagaman agama, budaya, dan keyakinan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita hampir pasti berinteraksi dengan orang yang memiliki agama berbeda, baik di lingkungan rumah, tempat kerja, sekolah, maupun ruang publik. Di tengah keberagaman itu, sikap saling menghargai menjadi kunci utama agar kehidupan sosial tetap berjalan harmonis.

Islam sendiri mengajarkan nilai kasih sayang, keadilan, dan toleransi kepada seluruh manusia, tanpa membedakan latar belakang keyakinan. Lalu, bagaimana cara menghargai orang yang berbeda agama agar tercipta kedamaian dan saling pengertian dalam kehidupan bersama? Berikut penjelasan lengkapnya.

Makna Menghargai Perbedaan Agama dalam Kehidupan Sosial

Menghargai perbedaan agama bukan berarti mencampuradukkan keyakinan atau menyetujui ajaran agama lain. Sikap ini lebih menekankan pada penghormatan terhadap hak setiap individu untuk meyakini dan menjalankan ajaran agamanya masing-masing tanpa gangguan, paksaan, atau penilaian negatif.

Menurut buku Antologi Hadits Tarbawi karya Anjali Sriwijbant dkk, menghargai perbedaan agama dapat diwujudkan melalui sikap toleransi. Toleransi berarti menerima kenyataan bahwa perbedaan adalah bagian dari kehidupan, sekaligus bersedia hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman tersebut.

Dalam Islam, sikap toleran menjadi bagian dari ajaran yang luhur. Salah satu hadits menyebutkan:

عَن ابْنِ عَبَّاس قَالَ قَبْلَ لرَسُول الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَمُ أَي الْأُذُونَ أَحَبُّ أَلى الله قَالَ الْحَنيفيَّة السَّفْحَة

Artinya: "Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu ia berkata, ditanyakan kepada Rasulullah SAW yaitu, ‘Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah?’ maka beliau bersabda: ‘Al-Hanafiyah As-Sambah (yang lurus lagi toleran).’” (HR Bukhari)

Nilai toleransi ini juga ditegaskan dalam Surah Al-Kafirun ayat 6:

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ
Arab Latin: Lakum dīnukum wa liya dīn
Artinya: “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”

Ayat ini menegaskan bahwa setiap manusia memiliki kebebasan beragama yang harus dihormati oleh sesama.

Hikmah Menghargai Perbedaan Agama

Hidup berdampingan dengan saling menghormati bukan hanya menciptakan suasana yang nyaman, tetapi juga membawa banyak manfaat dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah satu hikmah utama dari menghargai perbedaan agama adalah terciptanya kedamaian. Ketika perbedaan diterima dengan sikap terbuka, potensi konflik sosial dapat ditekan. Sebaliknya, sikap merendahkan atau mencela keyakinan lain justru memicu pertentangan yang tidak perlu.

Selain itu, toleransi juga berperan sebagai pemersatu di tengah keberagaman. Perbedaan yang ada tidak lagi menjadi sumber perpecahan, melainkan jembatan untuk saling memahami dan menghargai satu sama lain. Dari sinilah solidaritas sosial tumbuh, karena setiap individu merasa diterima sebagai bagian dari masyarakat.

Cara Menghargai Orang yang Berbeda Agama dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghargai orang yang berbeda agama sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Sikap ini tidak memerlukan tindakan besar, melainkan konsistensi dalam bersikap dan berperilaku.

Menjalankan Ajaran Agama dengan Sikap Bijak

Melaksanakan ajaran agama dengan baik berarti mengamalkan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan, seperti kejujuran, kasih sayang, dan keadilan. Ketika seseorang teguh menjalankan keyakinannya tanpa merendahkan kepercayaan orang lain, hal tersebut justru menjadi contoh positif dalam kehidupan sosial.

Menghormati Keyakinan dan Ibadah Orang Lain

Sikap menghormati dapat diwujudkan dengan tidak mengganggu ibadah orang lain, menjaga ucapan agar tidak menyinggung keyakinan tertentu, serta tidak membuat komentar negatif tentang ajaran agama lain. Menghormati juga berarti memahami bahwa setiap agama memiliki tradisi dan cara ibadah yang berbeda.

Tidak Memaksakan Keyakinan

Setiap orang memiliki hak penuh atas pilihan keyakinannya. Memaksakan agama kepada orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung, hanya akan menimbulkan ketidaknyamanan dan konflik. Menghargai perbedaan agama berarti memberi ruang kebebasan bagi setiap individu untuk menjalankan kepercayaannya.

Menumbuhkan Sikap Toleransi yang Nyata

Toleransi bukan sekadar menerima keberadaan agama lain, tetapi juga menghargai cara mereka merayakan hari besar dan menjalankan tradisi keagamaan. Sikap toleran membantu menciptakan suasana yang damai dan saling menghargai di lingkungan sekitar.

Tidak Merendahkan atau Menyalahkan Agama Lain

Memandang rendah keyakinan orang lain hanya akan memperlebar jarak sosial. Setiap agama memiliki nilai dan ajaran yang diyakini oleh pemeluknya. Dengan menghormati perbedaan tersebut, hubungan antarindividu dapat terjaga dengan baik.

Contoh Sikap Menghargai Orang yang Berbeda Agama

Dalam praktiknya, menghargai perbedaan agama bisa terlihat dari tindakan sehari-hari. Misalnya, menjaga volume suara saat tetangga sedang beribadah, membantu teman tanpa memandang latar belakang agama, atau ikut menjaga keamanan lingkungan saat perayaan hari besar keagamaan.

Menghormati tempat ibadah, memperhatikan aturan makanan dan minuman sesuai keyakinan orang lain, serta bersikap netral dalam diskusi keagamaan juga merupakan bentuk nyata dari toleransi. Hal-hal kecil seperti ini memiliki dampak besar dalam menciptakan kehidupan yang rukun.

Manfaat Menghargai Orang yang Berbeda Agama

Ketika sikap saling menghargai diterapkan secara konsisten, banyak manfaat positif yang bisa dirasakan. Kehidupan sosial menjadi lebih harmonis, konflik dapat diminimalisir, dan rasa empati antar sesama semakin kuat. Selain itu, sikap ini juga membuka wawasan untuk memahami nilai-nilai universal seperti kebaikan dan persaudaraan yang ada di setiap agama.

Menghargai perbedaan agama juga memperkuat persatuan masyarakat. Di tengah keberagaman yang ada, persatuan hanya bisa terjaga jika setiap individu bersedia hidup berdampingan dengan saling menghormati.

Kesimpulan

Cara menghargai orang yang berbeda agama tidaklah rumit. Sikap toleransi, menghormati ibadah, menjaga ucapan, dan tidak memaksakan keyakinan menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan yang damai. Perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup rukun, justru menjadi kesempatan untuk saling belajar dan mempererat persaudaraan.

Jika nilai-nilai ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat yang harmonis dan penuh kedamaian bukanlah hal yang mustahil. Teruslah menebar sikap saling menghargai agar keberagaman tetap menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.

Baca Juga: Apa Saja Tujuan Perkawinan Menurut Agama Islam?

Baca Juga: Biar Gak Salah Didik, Begini Cara Islam Ajarkan Anak Laki-Laki Akhlak dan Tanggung Jawab

FAQ: Cara Menghargai Orang yang Berbeda Agama

1. Apa yang dimaksud dengan menghargai orang yang berbeda agama?

Menghargai orang yang berbeda agama adalah sikap menerima dan menghormati keyakinan orang lain tanpa mencampuri atau merendahkan ajaran yang mereka anut. Sikap ini menekankan toleransi dan hidup berdampingan secara damai di tengah perbedaan.

2. Apakah menghargai agama lain berarti menyetujui ajarannya?

Tidak. Menghargai perbedaan agama tidak berarti menyetujui atau mengikuti ajaran agama lain. Sikap ini hanya menuntut penghormatan terhadap hak setiap individu untuk menjalankan keyakinannya masing-masing.

3. Mengapa toleransi antarumat beragama penting dalam kehidupan sehari-hari?

Toleransi penting untuk menjaga kedamaian dan mencegah konflik sosial. Dengan saling menghargai, hubungan antarindividu menjadi lebih harmonis dan lingkungan sosial terasa aman serta nyaman bagi semua pihak.

4. Bagaimana pandangan Islam tentang menghargai orang yang berbeda agama?

Islam mengajarkan sikap toleransi dan keadilan terhadap sesama manusia. Hal ini tercermin dalam hadits Rasulullah SAW tentang agama yang lurus dan toleran, serta dalam Surah Al-Kafirun yang menegaskan kebebasan beragama tanpa paksaan.

5. Apa saja cara sederhana menghargai orang yang berbeda agama?

Beberapa cara sederhana antara lain tidak mengganggu ibadah orang lain, menjaga ucapan agar tidak menyinggung keyakinan tertentu, tidak memaksakan agama kepada siapa pun, serta menghormati tradisi dan hari besar keagamaan orang lain.

6. Bagaimana contoh sikap toleransi antarumat beragama di lingkungan sekitar?

Contohnya menjaga ketenangan saat tetangga beribadah, membantu sesama tanpa memandang agama, menghormati tempat ibadah, serta ikut menjaga keamanan dan ketertiban saat perayaan keagamaan berlangsung.

7. Apa dampak negatif jika perbedaan agama tidak dihargai?

Jika perbedaan agama tidak dihormati, potensi konflik sosial akan meningkat. Sikap saling mencela dan merendahkan dapat memicu perpecahan, ketegangan, bahkan merusak kerukunan dalam masyarakat.

8. Apa manfaat menghargai orang yang berbeda agama?

Manfaatnya antara lain terciptanya kehidupan yang lebih damai, meningkatnya solidaritas sosial, berkurangnya konflik, terbentuknya sikap empati, serta terjaganya persatuan di tengah keberagaman.

9. Bagaimana cara menjaga sikap netral dalam diskusi keagamaan?

Menjaga sikap netral dapat dilakukan dengan tidak memaksakan pendapat, menghargai sudut pandang orang lain, serta menghindari perdebatan yang berpotensi menyinggung keyakinan tertentu.

10. Mengapa menghargai perbedaan agama penting bagi persatuan Indonesia?

Indonesia adalah negara majemuk dengan beragam agama dan budaya. Menghargai perbedaan agama menjadi fondasi penting untuk menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan menciptakan kehidupan berbangsa yang rukun dan harmonis.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.