Tragedi Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 5 Santri Meninggal, Puluhan Luka-luka

AKURAT.CO Musala di kawasan asrama putra Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Desa Buduran, Sidoarjo, ambruk saat digunakan untuk salat berjemaah, Senin (29/9/2025). Bangunan yang masih dalam tahap pembangunan itu roboh dan menimpa ratusan santri.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun hingga Selasa (30/9/2025) pukul 08.00 WIB, total terdapat 98 santri menjadi korban dalam peristiwa ini. Sebanyak 5 santri dinyatakan meninggal dunia, puluhan lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit.
Para korban dirujuk ke tiga fasilitas kesehatan, yakni RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya. Dari jumlah itu, RSUD Sidoarjo menangani 40 santri, dengan rincian 7 orang luka berat, 4 orang luka sedang, dan 28 orang luka ringan.
Sebagian besar sudah diperbolehkan pulang, namun 9 orang masih dirawat, 1 pasien dalam observasi, 1 pulang atas permintaan sendiri, dan 1 pasien meninggal dunia.
Dua santri tambahan yang meninggal pada Selasa pagi adalah Mochammad Mashudulhaq (14), asal Dukuh Pakis, Surabaya, serta Muhammad Soleh (22), asal Tanjung Pandan, Bangka Belitung.
Mashudulhaq sempat dirawat di RSUD Sidoarjo namun nyawanya tidak tertolong. Sementara Soleh yang mengalami luka parah akibat himpitan di bagian bawah tubuh juga wafat setelah menjalani perawatan intensif.
Baca Juga: Membaca Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober dalam Perspektif Fikih Islam
Direktur RSUD Sidoarjo, dr Atok Irawan, menjelaskan bahwa dalam proses evakuasi terdapat korban dengan luka sangat berat hingga harus diamputasi di lokasi kejadian.
“Evakuasi dilakukan cepat di TKP. Tim ortopedi dan anestesi melakukan amputasi lengan kiri karena korban terjepit reruntuhan bangunan. Situasi darurat membuat tindakan harus segera dilakukan,” ujar Atok, kepada wartawan, Selasa (30/9/2025).
Pihak rumah sakit juga menegaskan bahwa langkah amputasi darurat dilakukan malam hari tanpa menunggu rujukan atau persetujuan keluarga karena kondisi korban mengancam nyawa.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar Ponpes Al Khoziny. Pihak pesantren menyampaikan permohonan maaf kepada wali santri dan menyebut kejadian ini sebagai takdir yang harus diterima dengan sabar dan ikhlas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 4Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia









