Doa Dijauhkan dari Tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dalam Kerjaan

AKURAT.CO Korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) merupakan tiga penyakit sosial yang sangat merusak tatanan kehidupan, terutama dalam dunia kerja dan birokrasi. Korupsi menggerogoti keuangan publik, kolusi melanggengkan praktik ketidakadilan, sementara nepotisme merusak prinsip profesionalitas dan meritokrasi.
Ketiganya bukan sekadar persoalan hukum, melainkan juga persoalan moral dan spiritual. Oleh sebab itu, selain pengawasan dan penegakan hukum, doa menjadi benteng batin yang penting bagi seorang Muslim agar tetap istiqamah dan bersih dalam menjalankan amanah pekerjaan.
Islam sejak awal menekankan integritas dan amanah dalam bekerja. Dalam Surah An-Nisa ayat 58, Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Ayat ini menegaskan bahwa bekerja adalah amanah, dan setiap bentuk kecurangan, termasuk KKN, adalah bentuk pengkhianatan kepada Allah dan manusia.
Untuk menjaga diri dari godaan tersebut, seorang Muslim perlu memperbanyak doa agar hatinya selalu dijaga dalam kejujuran. Salah satu doa yang bisa diamalkan adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا صَالِحًا مُتَقَبَّلًا، وَقَلْبًا سَلِيمًا، وَجَنِّبْنِي الْحَرَامَ وَمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْهِ
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu rezeki yang halal lagi baik, amal yang saleh dan Engkau terima, hati yang bersih, serta jauhkanlah aku dari yang haram dan dari segala sesuatu yang mendekatkan kepadanya.”
Doa ini penting diamalkan, sebab akar dari KKN adalah kerakusan terhadap harta haram. Dengan memohon rezeki halal, seorang Muslim berkomitmen menjaga pekerjaannya dari praktik curang dan tidak amanah.
Baca Juga: Doa dalam Al-Qur’an yang Ampuh untuk Mengusir Jin
Ada pula doa yang lebih spesifik untuk memohon dijauhkan dari pengkhianatan amanah, yang sering menjadi pintu masuk praktik korupsi:
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِينَ يُؤَدُّونَ الْأَمَانَةَ، وَيَتَحَرَّوْنَ الصِّدْقَ فِي الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ، وَاحْفَظْنِي مِنَ الْخِيَانَةِ وَالظُّلْمِ وَالرِّشْوَةِ
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menunaikan amanah, yang selalu menjaga kejujuran dalam perkataan dan perbuatan, serta lindungilah aku dari pengkhianatan, kezaliman, dan suap.”
Selain doa, Nabi Muhammad saw. juga mengajarkan sikap wara‘ (kehati-hatian) terhadap harta. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, beliau bersabda: “Barang siapa menjaga dirinya dari yang syubhat (meragukan), maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya.” Artinya, seseorang yang senantiasa berhati-hati dalam bekerja dan mencari nafkah akan terhindar dari perilaku KKN.
Untuk memperkuat keteguhan hati dalam pekerjaan, ada doa yang dianjurkan Rasulullah saw. dalam berbagai riwayat, yang bisa juga dimaknai sebagai doa melawan godaan KKN:
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak bergantung kepada selain-Mu.”
Doa ini menunjukkan bahwa penyebab utama KKN adalah rasa kurang puas terhadap rezeki yang halal. Dengan membacanya, seorang Muslim menegaskan tekad untuk ridha dengan apa yang Allah berikan, dan tidak mencari tambahan harta melalui jalan yang curang.
Dalam konteks kerja modern, doa bukan hanya permohonan spiritual, tetapi juga pengingat moral. Membaca doa setiap pagi sebelum berangkat kerja dapat menjadi deklarasi integritas pribadi. Sementara di kantor, doa dapat menjadi penguat hati ketika seseorang dihadapkan pada godaan untuk melakukan penyalahgunaan wewenang.
Korupsi, kolusi, dan nepotisme memang sering tampak sebagai jalan pintas untuk memperoleh keuntungan. Namun, pada hakikatnya, ia justru merusak keberkahan rezeki dan menghancurkan tatanan masyarakat. Doa yang tulus kepada Allah akan menanamkan rasa takut kepada-Nya, sehingga hati tetap lurus meski ada godaan.
Baca Juga: Tata Cara Kirim Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal
Pada akhirnya, doa menjauhkan diri dari KKN bukan hanya untuk kebaikan pribadi, tetapi juga untuk kepentingan umat. Dengan doa, seorang Muslim menegaskan komitmennya untuk menjaga amanah, menolak suap, dan menegakkan keadilan.
Jika doa ini diamalkan bersama dengan kerja keras, profesionalitas, dan pengawasan yang ketat, maka budaya KKN akan dapat ditekan, dan masyarakat bisa merasakan keadilan serta keberkahan rezeki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









