Kenapa Dinamakan Bulan Rajab? Begini Asal-usul Sejarahnya!

AKURAT.CO Bulan Rajab, yang termasuk salah satu dari empat bulan haram dalam kalender Islam, memiliki tempat yang sangat istimewa dalam sejarah dan kebudayaan umat Muslim.
Nama "Rajab" sendiri memiliki akar kata yang sangat dalam, mencerminkan nilai-nilai luhur dalam tradisi Arab pra-Islam dan Islam.
Secara linguistik, kata "Rajab" berasal dari bahasa Arab yang berarti "menghormati" atau "mengagungkan."
Dalam konteks ini, Rajab dipandang sebagai bulan yang dihormati dan diagungkan oleh masyarakat Arab kuno.
Sebelum kedatangan Islam, bulan Rajab sudah dikenal sebagai waktu yang suci, di mana perang atau pertumpahan darah dilarang.
Masyarakat Arab pada masa itu, yang menganut kepercayaan animisme dan politeisme, sangat menghormati bulan-bulan haram ini, di antaranya Rajab, sebagai waktu untuk beribadah dan menghentikan segala bentuk peperangan.
Baca Juga: Niat Puasa Qadha Ramadhan Bulan Rajab, Sebaiknya Dilaksanakan Jam Berapa?
Seiring dengan datangnya Islam, bulan Rajab tetap dipertahankan sebagai bulan yang dihormati.
Rasulullah SAW dalam hadis-hadisnya juga mengingatkan umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah dan melakukan kebaikan, terutama pada bulan-bulan haram ini, termasuk Rajab.
Dalam Al-Qur'an, bulan-bulan haram disebutkan secara eksplisit dalam Surah At-Tawbah (9:36), yang menegaskan bahwa peperangan dan kekerasan tidak dibenarkan dalam waktu-waktu tersebut.
Selain itu, bulan Rajab juga memiliki kaitan dengan peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah Islam.
Salah satu peristiwa penting yang terjadi pada bulan Rajab adalah Isra' Mi'raj, perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan kenaikan beliau ke langit untuk menerima wahyu langsung dari Allah SWT.
Peristiwa ini terjadi pada malam ke-27 bulan Rajab, yang menjadikannya salah satu malam yang paling diberkahi dan penting dalam kalender Islam.
Tradisi umat Muslim pada bulan Rajab pun sangat beragam. Banyak yang memperbanyak puasa sunnah, berdoa, dan memperbaiki hubungan dengan Allah.
Hal ini bertujuan untuk mendapatkan berkah dan ampunan dari-Nya, serta menyiapkan diri menyambut datangnya bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan.
Meskipun bulan Rajab bukanlah bulan yang diwajibkan untuk berpuasa, namun banyak yang mengambil kesempatan untuk meningkatkan amal ibadah, mengingat keutamaannya yang sangat besar dalam ajaran Islam.
Bulan Rajab juga menjadi simbol penghormatan terhadap waktu yang lebih tinggi. Dalam pandangan Islam, setiap detik dalam hidup adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Dengan demikian, penamaan "Rajab" yang berarti "menghormati" ini menjadi lebih bermakna, mengingat bulan ini mengingatkan umat Muslim untuk menghormati waktu dan meningkatkan kualitas ibadah serta amal sholeh dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Penuh Ampunan dan Keberkahan, Ini Amalan dan Larangan di Bulan Rajab
Secara keseluruhan, bulan Rajab bukan hanya sekadar bagian dari kalender Islam, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang sangat dalam.
Nama Rajab yang berarti "menghormati" menjadi pengingat bagi umat Islam untuk selalu mengagungkan bulan ini dengan perbuatan baik, serta menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










