Akurat

Hari Guru Nasional, Mengapa Guru Harus Dimuliakan? Ini Jawabannya menurut Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 21 November 2024, 14:01 WIB
Hari Guru Nasional, Mengapa Guru Harus Dimuliakan? Ini Jawabannya menurut Islam

AKURAT.CO Guru memiliki peran yang sangat mulia dalam kehidupan manusia, sebab merekalah yang menjadi perantara ilmu pengetahuan, akhlak, dan kebijaksanaan.

Dalam Islam, penghormatan kepada guru menempati posisi yang sangat tinggi, bahkan disandingkan dengan penghormatan kepada orang tua.

Pada Hari Guru Nasional, mari kita merenungkan beberapa alasan mengapa guru harus dimuliakan, dengan merujuk pada dalil-dalil dari Al-Qur'an dan hadits.

Islam menempatkan ilmu sebagai salah satu hal yang sangat mulia. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah: 11).

Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang berilmu memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Guru adalah sumber ilmu, dan melalui mereka, ilmu dapat ditransfer dari generasi ke generasi. Karena itu, memuliakan guru adalah bentuk penghormatan terhadap ilmu yang mereka ajarkan.

Rasulullah ﷺ juga memberikan perhatian besar terhadap kedudukan guru dan ilmu. Dalam salah satu hadits, beliau bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ مُعَلِّمًا

"Sesungguhnya aku diutus sebagai seorang pendidik (guru)." (HR. Ibnu Majah).

Baca Juga: Gempa Cianjur Jawa Barat Hari Ini Kedalaman sampai 10 Km, Ini Doa Selamat dari Gempa

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ sendiri mengidentifikasi dirinya sebagai seorang guru. Tugas beliau bukan hanya menyampaikan wahyu, tetapi juga mendidik umat manusia dengan akhlak yang mulia.

Sebagai umatnya, kita diajarkan untuk meneladani beliau dengan memuliakan para guru yang menjadi penerus tugas mulia ini.

Tidak hanya itu, dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya." (HR. Muslim).

Guru adalah orang yang menunjukkan jalan kebaikan melalui ilmu yang diajarkan. Oleh karena itu, penghormatan kepada guru merupakan penghormatan kepada kebaikan yang mereka tanamkan.

Dalam Islam, guru juga disamakan kedudukannya dengan orang tua. Imam Asy-Syafi’i berkata, “Kedudukan guru hampir setara dengan kedudukan orang tua.” 

Guru adalah orang tua spiritual yang mendidik jiwa dan akal anak-anak. Maka, penghormatan kepada mereka adalah kewajiban yang sejajar dengan birrul walidain (berbakti kepada orang tua).

Sikap penghormatan ini tercermin dalam adab Islami terhadap guru, seperti tidak meninggikan suara di hadapan mereka, meminta izin sebelum berbicara, serta mendoakan mereka.

Imam Ahmad bin Hanbal pernah berkata, “Aku tidak pernah berani minum air sedangkan guruku sedang melihatku, karena rasa hormatku kepadanya.”

Hari Guru Nasional adalah momen yang tepat untuk merefleksikan peran besar guru dalam kehidupan kita. Memuliakan guru bukan sekadar tradisi atau kewajiban sosial, tetapi juga ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah.

Sebagai umat Islam, mari kita terus menjunjung tinggi martabat guru, baik dengan menghormati mereka semasa hidup, maupun dengan mendoakan kebaikan untuk mereka setelah wafatnya.

Baca Juga: 10 Ide Kado Unik dan Berkesan untuk Guru Kesayangan di Hari Guru 2024

Semoga melalui penghormatan ini, ilmu yang kita dapatkan menjadi berkah dan bermanfaat, seperti doa Rasulullah ﷺ:

اللَّهُمَّ انْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا وَعَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا

"Ya Allah, berikanlah manfaat kepada kami dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami, dan ajarkanlah kepada kami apa yang bermanfaat bagi kami." (HR. Ibnu Majah).

Dengan demikian, memuliakan guru adalah bagian dari upaya kita mendekatkan diri kepada Allah, meneladani Nabi Muhammad ﷺ, dan memperbaiki kehidupan umat manusia melalui ilmu yang mulia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.