Akurat

Muhammadiyah: Nabi Muhammad SAW Bukan Pengangguran Saat Menikahi Khadijah

Fajar Rizky Ramadhan | 29 Oktober 2024, 10:00 WIB
Muhammadiyah: Nabi Muhammad SAW Bukan Pengangguran Saat Menikahi Khadijah

AKURAT.CO Organisasi Muhammadiyah menegaskan bahwa anggapan yang menyebut Nabi Muhammad SAW sebagai pengangguran sebelum menikah dengan Siti Khadijah adalah keliru.

Dalam klarifikasi di situs resminya, Muhammadiyah menguraikan bahwa Nabi Muhammad SAW sudah aktif bekerja sejak muda dan memiliki reputasi yang baik dalam masyarakat Makkah.

Sejak usia dini, Nabi Muhammad SAW bekerja sebagai penggembala di wilayah Bani Sa‘d. Pekerjaan menggembala domba ini, meskipun sederhana, mengajarkan beliau ketekunan, tanggung jawab, dan kesabaran.

Selain itu, pekerjaan tersebut memperkuat kedekatan beliau dengan alam serta membentuk karakter beliau yang penuh kasih sayang dan integritas.

Pada usia 25 tahun, Muhammad SAW mendapat kepercayaan dari Khadijah binti Khuwailid, seorang pengusaha sukses di Makkah. Khadijah dikenal sebagai sosok yang mampu mengembangkan bisnis keluarganya dengan baik, meskipun hidup dalam masyarakat patriarkal.

Di samping kesuksesannya, ia juga terkenal karena kedermawanan dan kejujurannya, sehingga mendapat julukan “Putri Quraisy” dan “Sang Suci.”

Baca Juga: Mahar Nabi Muhammad Menikahi Siti Khadijah 20 Ekor Unta, Berapa Rupiah Jika Ditotalkan?

Saat membutuhkan wakil untuk perjalanan dagang ke Suriah pada tahun 595 M, Khadijah menerima rekomendasi dari Abu Thalib, paman Muhammad SAW, untuk mempercayakan tugas itu kepada beliau.

Nabi Muhammad SAW dikenal dengan julukan Al-Amin (yang tepercaya) dan Al-Shadiq (yang jujur), dua sifat yang sangat dihargai dalam lingkungan pedagang saat itu.

Muhammad SAW, meskipun baru memiliki pengalaman dasar dalam berdagang, menyetujui tugas tersebut dan didampingi oleh Maisarah, pelayan Khadijah.

Sepanjang perjalanan, Maisarah menyaksikan langsung ketulusan dan kejujuran beliau, yang kemudian dilaporkannya kepada Khadijah. Keberhasilan Muhammad SAW dalam menjalankan tugas itu juga membawa keuntungan besar bagi Khadijah.

Terkesan dengan karakter dan prestasi Muhammad SAW, Khadijah mengutus Nafisah untuk menyampaikan keinginannya menikahi beliau.

Tawaran tersebut diterima dengan baik oleh Muhammad SAW, dan pernikahan pun diadakan dengan persetujuan keluarga. Hamzah, paman Muhammad SAW, mewakili beliau dalam pembicaraan resmi dengan Amr ibn Asad, paman Khadijah.

Muhammadiyah menekankan bahwa pernikahan ini bukan sekadar ikatan cinta, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Khadijah memainkan peran penting sebagai pendamping setia, terutama ketika Muhammad SAW mulai menerima wahyu dan menghadapi tantangan dalam menyebarkan ajaran Islam.

Baca Juga: Nabi Muhammad Pengangguran Saat Menikahi Siti Khadijah?

Setelah Khadijah wafat, Nabi Muhammad SAW merasakan kesedihan mendalam atas kehilangan seorang istri yang penuh cinta dan dukungan.

Peran Khadijah sangat besar, terutama di awal perjuangan dakwah, ketika Nabi menghadapi berbagai kesulitan dari masyarakat.

Muhammadiyah mengingatkan bahwa kisah Nabi Muhammad SAW ini mengajarkan pentingnya kejujuran, integritas, dan kerja keras, terutama dalam dunia bisnis.

Karakter beliau yang amanah dan jujur membuatnya dihormati oleh masyarakat Makkah dan menjadi teladan bagi umat Islam hingga kini.

Dengan demikian, Muhammadiyah menegaskan bahwa tuduhan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak bekerja sebelum menikahi Khadijah adalah tidak benar.

Sebaliknya, beliau telah membangun reputasi sebagai sosok yang jujur dan pekerja keras sejak muda

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.