AKURAT.CO Pada tanggal 17 Oktober, dunia memperingati World Trauma Day atau Hari Trauma Sedunia, sebuah momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya penanganan trauma fisik maupun psikologis.
Dalam Islam, konsep penyembuhan trauma sangatlah penting karena agama ini tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, tetapi juga spiritual dan emosional.
Beberapa cara yang diajarkan Islam dalam mengobati trauma mencakup pendekatan melalui doa, zikir, shalat, dan berserah diri kepada Allah SWT.
Menghadapi Trauma dengan Sabar dan Tawakal
Sabar merupakan sikap yang sangat ditekankan dalam Islam ketika seseorang menghadapi musibah atau trauma. Allah SWT berfirman:
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (١٥٥) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
“Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, 'Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn' (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali).” (QS. Al-Baqarah: 155-156).
Baca Juga: Sejumlah Alasan Mengapa Gus Baha Tidak Mau Dipanggil dalam Acara-acara Umum
Ucapan "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn" membantu seseorang menyadari bahwa semua yang terjadi adalah takdir Allah, dan setiap ujian akan mendekatkannya kepada-Nya. Ini menjadi penghibur hati dan penenang jiwa yang terluka.
Zikir dan Doa untuk Ketenangan Jiwa
Zikir merupakan salah satu cara Islam untuk menenangkan hati dan pikiran. Allah SWT berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Dalam kondisi trauma, seseorang dianjurkan memperbanyak zikir seperti "Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh" (Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah) untuk mendapatkan ketenangan batin.
Shalat dan Doa Malam sebagai Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah
Rasulullah SAW sering mengajarkan untuk melaksanakan shalat malam sebagai bentuk curahan hati kepada Allah. Dalam shalat, seseorang bisa berdoa dengan perasaan yang tulus, meminta kekuatan dan kesabaran menghadapi kesulitan.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.’” (QS. Ghafir: 60)
Dengan berdoa, seseorang merasakan kedekatan dengan Allah dan mendapatkan harapan baru untuk bangkit dari trauma.
Berinteraksi dan Meminta Dukungan Sosial
Islam juga menganjurkan umatnya untuk saling menasihati dan mendukung. Ketika seseorang mengalami trauma, penting baginya untuk berinteraksi dengan keluarga dan teman-teman. Rasulullah SAW bersabda:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
"Perumpamaan orang-orang beriman dalam kasih sayang dan kepedulian mereka adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur." (HR. Bukhari dan Muslim).
Keterlibatan dalam komunitas yang peduli akan membantu korban trauma merasa didukung dan tidak sendirian dalam perjuangannya.
Berserah Diri kepada Allah dan Berbaik Sangka (Husnuzan)
Islam mengajarkan untuk selalu berbaik sangka kepada Allah dalam setiap ujian. Allah SWT berfirman:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5-6).
Baca Juga: 3 Guyonan Gus Baha yang Sarat Ilmu, Salah Satunya Yang Paling Selamat itu Tidur..
Ayat ini mengajarkan bahwa setiap kesulitan yang dialami pasti akan disertai kemudahan. Berserah diri dan berprasangka baik kepada Allah akan membantu seseorang untuk bangkit dan menjalani hidup dengan optimisme.
Dalam Islam, penyembuhan trauma tidak hanya dilakukan melalui pendekatan medis, tetapi juga melalui penguatan spiritual dan hubungan dengan Allah SWT.
Zikir, sabar, doa, dukungan sosial, dan husnuzan menjadi terapi yang ampuh bagi mereka yang mengalami trauma.
Dengan menggabungkan pendekatan spiritual dan sosial, Islam memberikan panduan holistik untuk menghadapi ujian hidup, termasuk trauma.