Khutbah Jumat: Mana yang Lebih Afdhal, Apakah dengan Bahasa Arab atau Indonesia?

AKURAT.CO Khutbah Jumat adalah salah satu bagian penting dalam pelaksanaan ibadah Jumat yang bertujuan untuk memberikan pengajaran dan nasihat kepada jamaah.
Namun, seringkali muncul pertanyaan, apakah khutbah Jumat lebih afdhal disampaikan dalam bahasa Arab atau bahasa Indonesia?
Khutbah dengan Bahasa Arab
Secara tradisional, khutbah Jumat disampaikan dalam bahasa Arab. Hal ini mengikuti praktik Rasulullah SAW dan para sahabatnya.
Beberapa dalil yang mendukung penggunaan bahasa Arab dalam khutbah Jumat antara lain:
1. Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim
Rasulullah SAW bersabda:
"صلوا كما رأيتموني أصلي"
"Shallū kamā ra'aytumūnī uṣallī"
"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat" (HR. Bukhari dan Muslim).
Meskipun hadis ini berkaitan dengan tata cara shalat, prinsipnya juga diterapkan dalam ibadah lainnya, termasuk khutbah Jumat.
Karena Rasulullah SAW menyampaikan khutbah dalam bahasa Arab, maka mengikuti sunnah beliau dianggap lebih afdhal.
Baca Juga: Khutbah Jumat, Bolehkah Dilakukan oleh Perempuan?
2. Hadis Riwayat Abu Dawud
Rasulullah SAW bersabda:
"خير الكلام كلام الله وخير الهدي هدي محمد"
"Khayru al-kalāmi kalāmu Allāh wa khayru al-hadyi hadyu Muḥammad"
"Sebaik-baik perkataan adalah perkataan Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad" (HR. Abu Dawud).
Karena Al-Qur'an dan petunjuk Nabi Muhammad SAW dalam bahasa Arab, penggunaan bahasa Arab dalam khutbah dianggap lebih mulia dan afdhal.
Khutbah dalam Bahasa Indonesia
Namun, ada juga pandangan yang mengutamakan pemahaman jamaah atas isi khutbah.
Dalam konteks ini, penggunaan bahasa yang dipahami oleh mayoritas jamaah, seperti bahasa Indonesia, bisa dianggap lebih efektif dan bermanfaat.
Berikut beberapa dalil yang mendukung pandangan ini:
1. Hadis Riwayat Muslim
Rasulullah SAW bersabda:
"كلموا الناس على قدر عقولهم"
"Kallimū al-nāsa 'alā qadr 'uqūlihim"
"Bicaralah kepada manusia sesuai dengan tingkat pemahaman mereka" (HR. Muslim).
Hadis ini menunjukkan pentingnya komunikasi yang efektif dan dapat dipahami oleh pendengar. Jika jamaah lebih memahami bahasa Indonesia, maka khutbah dalam bahasa Indonesia bisa lebih memberikan manfaat dan nasihat yang lebih jelas.
Baca Juga: Hukum Memakan Makanan yang Dapat Memabukkan
2. Ayat Al-Qur'an Surat Ibrahim Ayat 4
Allah SWT berfirman:
"وما أرسلنا من رسول إلا بلسان قومه ليبين لهم"
"Wa mā arsalnā min rasūlin illā bilisāni qawmihi liyubayyinahum"
"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, agar ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka" (QS. Ibrahim: 4).
Ayat ini menunjukkan bahwa dakwah dan penyampaian ajaran agama sebaiknya menggunakan bahasa yang dipahami oleh masyarakat, agar tujuan penyampaian pesan dapat tercapai dengan baik.
Secara keseluruhan, kedua pendapat memiliki dasar yang kuat. Khutbah dalam bahasa Arab mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan menjaga kemuliaan bahasa Al-Qur'an, sementara khutbah dalam bahasa Indonesia memastikan pemahaman yang lebih baik bagi jamaah.
Dalam praktiknya, banyak masjid yang menggabungkan kedua pendekatan ini dengan menyampaikan khutbah utama dalam bahasa Arab dan memberikan terjemahan atau penjelasan dalam bahasa Indonesia.
Namun demikian, pemilihan bahasa untuk khutbah Jumat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan jamaah, dengan tetap menjaga kesucian dan esensi dari khutbah tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu







