Akurat

Bagaimana Menanggapi Istri yang Selingkuh? Ini 5 Jawaban menurut Al-Qur'an dan Hadis

Fajar Rizky Ramadhan | 4 Juli 2024, 09:00 WIB
Bagaimana Menanggapi Istri yang Selingkuh? Ini 5 Jawaban menurut Al-Qur'an dan Hadis

AKURAT.CO Perselingkuhan dalam rumah tangga merupakan masalah yang sangat serius dalam Islam.

Ketika seorang istri terbukti berselingkuh, suami harus menanggapi masalah ini dengan bijaksana dan berdasarkan ajaran agama.

Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa diambil berdasarkan perspektif hadits dalam Islam.

1. Menahan Emosi dan Berpikir Rasional

Langkah pertama yang diajarkan dalam Islam adalah menahan emosi dan berpikir rasional. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

Artinya: Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: "Orang kuat bukanlah yang bisa mengalahkan lawannya dalam bergulat, tetapi orang kuat adalah yang bisa mengendalikan dirinya saat marah." (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam situasi yang penuh emosi seperti ini, suami dianjurkan untuk menahan diri dan tidak bertindak terburu-buru.

Baca Juga: Profil Muhammadiyah, Ormas Islam yang Pilih Tarik Dana Besar-besaran dari BSI

2. Mencari Kebenaran dengan Bukti yang Jelas

Islam menekankan pentingnya keadilan dan kebenaran. Sebelum mengambil keputusan, suami harus mencari bukti yang jelas dan tidak hanya berdasarkan kecurigaan. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS. Al-Hujurat: 6).

3. Memberikan Kesempatan untuk Bertobat

Jika perselingkuhan terbukti, langkah selanjutnya adalah memberikan kesempatan kepada istri untuk bertobat. Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Artinya: "Setiap anak Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang mau bertaubat." (HR. Tirmidzi).

Memberikan kesempatan untuk bertobat merupakan langkah yang dianjurkan dalam Islam, selama ada niat dan usaha untuk memperbaiki diri.

4. Mencari Jalan Tengah dengan Mediasi

Dalam beberapa kasus, mediasi oleh pihak ketiga yang dipercaya dapat membantu menyelesaikan masalah ini. Allah SWT berfirman:

وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا

Artinya: "Dan jika kamu khawatirkan ada perselisihan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam (juru damai) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika keduanya bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. An-Nisa: 35).

Baca Juga: Viral Kasus Pengasuh Ponpes Lumajang Nikahi Santriwati Tanpa Izin Orang Tua, Ini Hukumnya dalam Islam

5. Mengambil Keputusan yang Bijak

Jika setelah mediasi dan pertobatan masalah tetap tidak dapat diselesaikan, maka suami harus mengambil keputusan yang bijak. Terkadang perceraian bisa menjadi solusi terakhir jika tidak ada lagi jalan untuk mempertahankan rumah tangga. Allah SWT berfirman:

فَإِنْ أَمْسَكْتُمُوهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ

Artinya: "Apabila kamu menceraikan istri-istrimu, maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah, Tuhanmu." (QS. At-Talaq: 2).

Menanggapi istri yang berselingkuh harus dilakukan dengan bijaksana dan berdasarkan ajaran Islam.

Suami harus menahan emosi, mencari kebenaran dengan bukti, memberikan kesempatan untuk bertobat, mencari jalan tengah dengan mediasi, dan mengambil keputusan yang bijak.

Semua langkah ini bertujuan untuk menjaga keadilan dan kebaikan dalam rumah tangga sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.