Akurat

7 Golongan yang Tidak Diwajibkan Melakukan Puasa

Azis Muslim | 19 Maret 2024, 13:29 WIB
7 Golongan yang Tidak Diwajibkan Melakukan Puasa

AKURAT.CO Puasa merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan oleh seluruh umat muslim. Hal ini karena puasa termasuk dalam salah satu rukun Islam.

Bagi orang yang tidak mengikuti puasa, maka akan mendapatkan dosa. Meski begitu, terdapat beberapa golongan yang tidak wajib mengikuti puasa.

Berikut ini 7 golongan yang tidak wajib mengikuti puasa dilansir dari NU Online, diantaranya yaitu:

1. Orang yang kehilangan kesadaran

Contoh orang yang kehilangan kesadaran yakni orang yang memiliki penyakit gila, epilepsi, serta orang yang terpengaruh minuman keras. Mereka tidak wajib untuk berpuasa.

2. Orang yang sedang bepergian jarak jauh

Orang yang sedang bepergian jarak jauh tidak diwajibkan mengiktui puasa. Namun terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu:

Baca Juga: Hukum Melakukan Hate Speech di Sosmed saat Puasa, Apakah Membatalkan Puasa?

• Perjalanan dua marhalah atau 80,64 km menurut kitab Tanwirul Qulub.
• Perjalanan yang tidak maksiat.
• Perjalanan dimulai sebelum terbitnya fajar. (Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islamiyyu wa Adillatuhu,[Beirut, Darul Fikr: 1985], juz III, halaman 1664).

3. Anak kecil yang belum baligh

Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Majah, dijelaskan jika anak kecil yang belum baligh tidak wajib menjalankan puasa. Berikut isi haditsnya:

رفع القلم عن ثلاث: عن الصبي حتى يبلغ، وعن المجنون حتى يفيق، وعن النائم حتى يستيقظ

Artinya, “Tiga golongan orang yang dituntut: Anak kecil yang sudah baligh, orang gila yang suda sadar, orang tidur yang sudah bangun.” (HR Ibnu Majah).

4. Orang sakit

Orang yang sedang sakit ketika puasa, maka tidak ada kewajiban baginya untuk berpuasa. Meski begitu, ia wajib untuk mengqadhanya di lain waktu. Hal ini dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 185.

وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ

Artinya, “Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. ” (QS Al-Baqarah:185 ).

5. Orang tua yang telah lanjut usia

Orang tua yang telah lanjut usia dan tidak kuat untuk mengikuti puasa, tidak wajib berpuasa. Tetapi harus diganti dengan membayar fidyah kurang lebih 7 ons bahan makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkannya. Berikut dalil yang menjelaskannya:

وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ

Artinya, “Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan orang miskin.” (QS Al-Baqarah: 185).

Baca Juga: Hukum Bermesraan bagi Suami Istri saat Puasa, Apakah Membatalkan Puasa?

6. Wanita hamil atau ibu menyusui

Wanita hamil atau ibu menyusui masih boleh mengikuti puasa. Namun jika puasanya bisa membahayakan diri atau bayi, maka puasa tersebut boleh dibatalkan. Jika ia tidak menunaikan puasa, ia wajib menggantinya atau membayar fidyah. Hal ini dijelaskan dalam hadits berikut:

إن الله وضع عن المسافر الصوم وشطر الصلاة، وعن الحبلى والمرضع

Artinya, “Sesungguhnya Allah memudahkan puasa dan separuh shalat dari musafir, orang hamil dan orang yang menyusui”. (HR. Imam Ahmad).

7. Wanita yang sedang haid atau nifas

Saat wanita mengalami haid di tengah waktu puasanya, maka ia wajib membatalkan puasa tersebut. Hal ini dikarenakan wanita tersebut sedang dalam keadaan yang tidak suci. Berikut hadist yang menjelaskannya:

عن عائشة: كنا نحيض على عهد رسول الله ﷺ، فنؤمر بقضاء الصوم، ولا نؤمر بقضاء الصلاة

Artinya, “Dari Aisyah ra: saat aku keadaan haid Rasulullah saw memerintahkanku untuk mengqadha puasa, namun tidak dengan shalat”. (HRِ Abu Dawud dan lainnya).

Itulah 7 golongan yang tidak wajib mengikuti puasa. Semoga bermanfaat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Azis Muslim
Lufaefi
Editor
Lufaefi