Pilihan Makanan Malam yang Aman untuk Penderita GERD

AKURAT.CO Banyak penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) mengeluhkan munculnya gejala setelah makan malam, terutama ketika makanan yang dikonsumsi terlalu berat atau dapat memicu produksi asam lambung.
Kondisi ini kerap menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti sensasi terbakar di dada (heartburn), perut kembung, hingga gangguan tidur pada malam hari.
Meski demikian, makan malam tetap penting untuk menjaga kebutuhan energi tubuh sebelum beristirahat.
Oleh karena itu, penderita GERD perlu mengetahui jenis makanan malam yang aman agar asam lambung tidak mudah naik.
Pilihan Makanan Malam untuk Penderita GERD
Bagi penderita GERD, pengaturan makan malam tidak hanya berkaitan dengan jenis makanan, tetapi juga cara dan waktu mengonsumsinya.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jenis makanan, kandungan lemak, serta waktu makan malam berhubungan erat dengan risiko kekambuhan gejala GERD.
Berikut beberapa jenis makanan malam yang direkomendasikan:
1. Makanan Rendah Lemak dan Mudah Dicerna
Makanan tinggi lemak diketahui dapat memperlambat pengosongan lambung dan melemahkan fungsi katup antara lambung dan kerongkongan, sehingga asam lambung lebih mudah naik. Karena itu, makanan rendah lemak menjadi pilihan terbaik untuk makan malam.
Contoh makanan yang relatif aman antara lain dada ayam tanpa kulit, ikan kukus, tahu, dan tempe rebus. Jenis makanan ini memberikan asupan protein tanpa membebani lambung.
Baca Juga: 8 Minuman Herbal yang Efektif Bantu Redakan Gejala GERD
Sebaliknya, hindari makanan bersantan, daging berlemak, dan gorengan karena dapat meningkatkan tekanan di perut dan memicu refluks asam.
2. Karbohidrat Alami dan Kompleks
Karbohidrat kompleks dapat membantu menyerap kelebihan asam lambung serta memberikan rasa kenyang lebih lama tanpa memicu refluks.
Beberapa pilihan yang aman dikonsumsi pada malam hari antara lain nasi putih, kentang rebus, oatmeal, dan roti gandum.
Selain memberikan energi yang stabil, makanan ini cenderung lebih mudah dicerna. Sebaliknya, karbohidrat olahan seperti mie instan dan makanan cepat saji sebaiknya dihindari karena umumnya tinggi lemak dan garam.
3. Sayuran Hijau yang Dimasak Matang
Sayuran hijau merupakan sumber serat dan nutrisi penting bagi pencernaan. Namun, penderita GERD disarankan memilih sayuran yang tidak mudah menghasilkan gas.
Sayuran seperti bayam, brokoli, buncis, dan labu lebih aman jika dikonsumsi dalam kondisi dimasak matang dengan cara dikukus atau direbus agar teksturnya lebih lembut.
Hindari sayuran seperti kol, sawi, dan kembang kol yang dapat memicu pembentukan gas berlebih dan menyebabkan perut terasa tidak nyaman.
4. Buah Rendah Asam sebagai Camilan Malam
Buah dapat menjadi camilan sehat bagi penderita GERD asalkan dipilih yang rendah asam. Pisang, pepaya, dan melondiketahui dapat membantu menyeimbangkan asam lambung serta mengurangi rasa tidak nyaman menjelang tidur.
Buah-buahan ini juga mengandung serat larut yang membantu pencernaan tanpa mengiritasi lambung. Sebaliknya, buah sitrus seperti jeruk, lemon, dan nanas sebaiknya dihindari karena bersifat asam.
5. Minuman yang Menenangkan Lambung
Untuk minuman, pilihlah air hangat atau teh herbal ringan seperti chamomile dan jahe. Minuman hangat dapat membantu menenangkan saluran pencernaan dan mendukung kualitas tidur.
Hindari kopi, teh hitam, minuman bersoda, serta susu tinggi lemak karena dapat meningkatkan produksi asam lambung.
Baca Juga: Duel Derek Chisora vs Deontay Wilder Dikabarkan Digelar April, Kesepakatan Belum Final
Waktu dan Porsi Makan Malam yang Tepat
Selain jenis makanan, waktu dan porsi makan malam juga berperan penting dalam mencegah GERD kambuh.
Sebuah studi berjudul “Association Between Dinner-to-Bed Time and Gastroesophageal Reflux Disease” menunjukkan bahwa makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat meningkatkan risiko refluks asam.
Penelitian tersebut menemukan bahwa individu yang tidur kurang dari dua jam setelah makan malam lebih sering mengalami heartburn dan ketidaknyamanan pada lambung.
Secara fisiologis, posisi berbaring memperlambat pengosongan lambung sehingga asam lebih mudah naik ke kerongkongan.
Untuk mencegah hal tersebut, penderita GERD disarankan memberi jeda dua hingga tiga jam antara makan malam dan waktu tidur.
Selain itu, porsi makan sebaiknya tidak terlalu besar agar sistem pencernaan tidak bekerja terlalu berat menjelang istirahat malam.
Laporan: Lilis Anggraeni/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










