Akurat

Tanda-tanda Dewasa Batin yang Tidak Bisa Dipalsukan: Enggak Merasa Perlu Menang

Annisa Fadhilah | 17 Januari 2026, 08:12 WIB
Tanda-tanda Dewasa Batin yang Tidak Bisa Dipalsukan: Enggak Merasa Perlu Menang

AKURAT. CO Dalam hidup terkadang kita akan menemui kondisi dimana kita disalahpahami orang atau dipaksa untuk berkompetisi dengan yang lain. Namun, tidak semua orang perlu mengetahui isi batin dan maksud hati kita, disitulah kedewasaan batin diperlukan. Kedewasaan batin tidak selalu koheren dengan usia. 

Baca Juga: Pejabat Publik Perlu Tobat Batin dan Jalankan Jabatan untuk Kebaikan Bersama

Dewasa batin memang bukan citra, dan justru tidak bisa dipalsukan dalam interaksi nyata. Berikut tanda-tandanya saat kamu sudah memiliki kedewasaan batin. 

1. Tenang yang konsisten, bukan situasional

Bukan ketenangan yang didapat karena suasana yang mendukung atau orang lain yang bersikap baik

Tapi tenang yang tetap ada saat:

- Disalahpahami
- Tidak direspons
- Tidak dipuji

Tenang palsu runtuh saat tidak nyaman. Sementara tenang yang dewasa tetap utuh.

2. Tidak reaktif terhadap asumsi

Orang yang dewasa batin: 

- Tidak merasa perlu meluruskan semua salah paham
- Tidak terpancing oleh label
- Tidak membela diri kecuali memang perlu

Karena dia tahu:

“Aku tidak hidup dari persepsi orang.”

Reaksi berlebihan selalu tanda pusat diri belum stabil.

3. Empati tanpa kehilangan batas

Ini kunci yang sulit dipalsukan: 

- Bisa peduli tanpa menguras diri
- Bisa mengerti tanpa menyelamatkan
- Bisa hadir tanpa merasa bertanggung jawab atas hidup orang lain

Orang yang “baik tapi belum dewasa” biasanya kelelahan. Sementara orang yang memiliki kedewasaan batin tetap utuh setelah peduli.

4. Tidak butuh peran untuk merasa bernilai

Tidak bergantung pada:

- Status
- Relasi
- Jabatan
- Citra “perempuan baik/kuat/inspiratif”

Dirinya akan merasa bernilai bahkan saat tidak berperan apa-apa. Ini hampir mustahil dipalsukan karena dunia selalu menguji tanpa peran dan hanya yang benar-benar utuh yang tidak runtuh. 

5. Bisa sendiri tanpa menutup diri

Dewasa batin itu paradoks dengan nyaman sendiri
tapi tidak anti kedekatan. Bukan menarik diri, bukan mengisolasi diri, tapi tidak melekat.

Orang yang pura-pura dewasa biasanya terlihat dingin. Yang benar-benar dewasa hangat tapi tidak menuntut.

6. Tidak merasa perlu “menang”

Ini tanda paling telanjang.

- Tidak ingin unggul
- Tidak ingin benar
- Tidak ingin terlihat lebih

Karena hidupnya bukan kompetisi, tapi keselarasan.
Orang yang masih berlomba akan selalu gelisah. Yang dewasa batin bergerak tanpa rival.

Baca Juga: Tekanan Batin yang Bikin Teuku Ryan Hilang Gairah dengan Ria Ricis

7. Bisa mencintai tanpa kehilangan diri

Ini puncaknya; tidak menghilang saat mencintai, tidak mengontrol saat dekat, tidak takut saat memberi ruang. 

Karena dia tahu:
“Aku utuh sebelum dicintai, dan tetap utuh saat mencintai.”

Ini tidak bisa ditiru, hanya bisa dicapai.

Satu kalimat penutup

Dewasa batin bukan soal terlihat kuat, tapi soal tidak lagi hidup dari ketakutan kehilangan diri.

Dan orang yang berada di titik ini:

- Tidak mencolok
- Tidak bising
- Tapi kehadirannya menenangkan ruang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.