Penelitian Terbaru Menunjukkan Otak Manusia Bisa Berubah Lebih Cepat dari Perkiraan

AKURAT.CO Wawasan baru dari studi neuromodulator dan intervensi, misalnya terapi farmakologis seperti ketamine pada depresi berat, memperlihatkan bahwa perubahan plastisitas sinaptik dapat terjadi relatif cepat.
Studi RCT ketamine dan ulasan synaptic plasticity di Nature Networks menyebutkan ini terjadi dalam hitungan jam hingga hari, bukan hanya minggu atau bulan.
Hal ini menantang pandangan lama bahwa neuroplastisitas memerlukan waktu panjang untuk perubahan bermakna.
Temuan ini membuka peluang terapi yang lebih cepat untuk kondisi seperti depresi resisten terapi dan gangguan neuropsikiatri lainnya. Juga menguatkan ide bahwa pengalaman intens dan intervensi yang tepat dapat merombak jaringan otak dalam rentang waktu singkat.
Namun para peneliti menekankan perlunya penelitian jangka panjang untuk memahami stabilitas perubahan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 6Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 7Sekjen PBB Guterres Desak Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Teheran Ajukan Proposal 7 Hari
- 8Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel




