Akurat

Apakah Gigi Berlubang Bisa Sembuh Sendiri? Ini Penjelasannya

Eko Krisyanto | 5 November 2025, 11:13 WIB
Apakah Gigi Berlubang Bisa Sembuh Sendiri? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO Gigi berlubang sering dianggap masalah sepele, apalagi jika lubangnya masih kecil dan belum terasa sakit.

Banyak orang percaya bahwa gigi bisa sembuh sendiri tanpa perlu ke dokter. Namun, benarkah begitu? Faktanya, kondisi ini justru bisa memburuk jika dibiarkan tanpa perawatan yang tepat.

Baca Juga: Stop Gigi Berlubang! Ini Cara Mudah Merawat Gigi Anak

Apa Itu Gigi Berlubang dan Bagaimana Bisa Terjadi?

Gigi berlubang terjadi ketika lapisan pelindung gigi (enamel) rusak akibat penumpukan plak dan aktivitas bakteri.

Plak yang terbentuk dari sisa makanan, air liur, dan bakteri menghasilkan asam yang perlahan mengikis enamel hingga muncul lubang.

Baca Juga: Bahaya! Gigi Berlubang Bisa Sebabkan Kematian

Benarkah Gigi Berlubang Bisa Sembuh Sendiri? 

Gigi berlubang tidak dapat sembuh sendiri secara alami. Anggapan bahwa lubang pada gigi bisa menutup kembali tanpa perawatan adalah keliru, karena enamel, lapisan terluar gigi yang paling keras, tidak memiliki sel hidup untuk memperbaiki diri.

Begitu enamel rusak dan terbentuk lubang, kerusakan tersebut bersifat permanen.

Meski begitu, proses remineralisasi dapat memperkuat enamel yang baru mulai rusak.

Mineral seperti kalsium dan fluoride dari air liur atau pasta gigi berfluoride membantu mencegah kerusakan makin parah, tetapi hanya efektif pada tahap awal sebelum lubang terbentuk.

Jika lubang sudah muncul, satu-satunya solusi adalah perawatan dari dokter gigi, seperti penambalan.

Bila dibiarkan, kerusakan akan melebar dan menimbulkan nyeri, infeksi, bahkan kehilangan gigi. Karena itu, pemeriksaan rutin dan perawatan dini sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi tetap optimal.

Cara Mencegah Lubang Gigi Semakin Parah

1. Sikat gigi dua kali sehari dengan fluoride 

Menyikat gigi secara  rutin dua kali sehari dengan teknik yang benar adalah langkah utama mencegah gigi berlubang.

Gunakan pasta gigi berfluoride karena kandungan ini mampu memperkuat enamel sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies.

2. Gunakan benang gigi untuk membersihkan sela gigi 

Sikat gigi tidak selalu bisa menjangkau area sempit di antara gigi. Gunakan benang gigi (dental floss) untuk mengangkat sisa makanan dan mencegah plak menumpuk yang dapat memicu kerusakan.

3. Tambahkan obat kumur antiseptim dalam rutinitas harian 

Berkumur dengan obat kumur antiseptik membantu mengurangi jumlah bakteri dan plak di dalam mulut. Langkah ini juga memberikan efek segar sekaligus perlindungan ekstra bagi gigi dan gusi.

4. Batasi makanan manis dan asam 

Konsumsi makanan serta minuman manis atau asam sebaiknya dibatasi karena dapat memicu produksi asam oleh bakteri di mulut. Asam inilah yang perlahan merusak enamel dan menyebabkan gigi berlubang.

5. Hindari suhu ekstrem pada makanan dan minuman 

Makanan dan minuman yang terlalu panas maupun terlalu dingin dapat memperburuk sensitivitas gigi. Kebiasaan ini juga berisiko memperdalam kerusakan pada gigi yang sudah melemah.

6. Periksa gigi secara rutin ke dokter 

Pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali penting dilakukan agar kerusakan gigi bisa terdeteksi sejak dini.

Dokter gigi dapat memberikan tindakan pencegahan sebelum masalah menjadi lebih serius.

7. Konsumsi makanan bergizi untuk kesehatan gigi 

Asupan nutrisi seimbang yang kaya kalsium, vitamin D, dan vitamin K membantu menjaga kekuatan enamel dan struktur gigi. Makanan bergizi juga mendukung kesehatan gusi serta daya tahan tubuh terhadap infeksi.

8. Lakukan perawatan segera jika gigi sudah berlubang 

Jika gigi sudah mengalami lubang, segera lakukan perawatan seperti penambalan untuk mencegah kerusakan meluas. Penanganan dini juga membantu menghindari infeksi dan risiko kehilangan gigi di kemudian hari.

Baca Juga: Peringati Hari Jadi PDGI, Ratusan Dokter Gigi Baksos Di Cianjur

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

  1. Rasa sakit gigi yang terus muncul atau semakin berat meski sudah minum obat pereda nyeri. 

  2. Gusi tampak berdarah atau bengkak yang dapat menandakan infeksi atau peradangan. 

  3. Bau mulut tidak sedap yang tidak hilang dalam waktu lama. 

  4. Gigi patah, retak, atau mengalami cedera akibat benturan. 

  5. Munculnya bercak putih, hitam, atau terlihat lubang pada permukaan gigi.

  6. Rasa ngilu saat mengonsumsi makanan atau minuman panas, dingin, maupun manis. 

  7. Adanya nanah, pembengkakan di area sekitar gigi, atau rasa sakit pada rahang. 

  8. Nyeri hebat setelah pencabutan gigi yang tidak membaik dalam beberapa hari. 

  9. Tanda-tanda infeksi pada gigi atau gusi, termasuk gejala penyakit periodontal. 

Gigi berlubang memang tidak dapat sembuh dengan sendirinya, namun kerusakannya bisa dicegah melalui perawatan sejak dini.

Dengan menjaga kebersihan mulut secara rutin dan disiplin, setiap orang dapat melindungi giginya dari kerusakan dan mempertahankan kesehatan gigi dalam jangka panjang.

Aqila Shafiqa Aryaputri (Magang) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R