Akurat

Apa Itu Psikosomatis dan Cara Mengatasinya

Eko Krisyanto | 28 September 2025, 20:56 WIB
Apa Itu Psikosomatis dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Banyak orang yang mungkin pernah mengalami keluhan fisik, tetapi saat diperiksa medis tidak ditemukan penyakit tertentu. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan psikosomatis. 

Agar tidak salah memahami, penting untuk mengetahui apa sebenarnya psikosomatis dan bagaimana cara mengatasinya dengan tepat agar tubuh dan pikiran tetap sehat.

Baca Juga: Rasa Cemas Berlebih di Tengah Pandemi Covid-19 Bisa Timbulkan Gejala Psikosomatis pada Tubuh

Mengenal Psikosomatis dalam Kehidupan Sehari-Hari

Psikosomatis adalah gangguan kesehatan fisik yang dipengaruhi oleh kondisi psikologis seperti stres, cemas, atau depresi. Gejalanya bisa berupa sakit kepala, nyeri perut, sesak napas, hingga kelelahan, meskipun tidak ada penyebab medis yang jelas. 

Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa mengganggu aktivitas harian dan menurunkan kualitas hidup.

Semakin lama dibiarkan, risiko timbulnya masalah kesehatan lain seperti tekanan darah tinggi atau gangguan tidur juga semakin besar.

Baca Juga: Awas! Gangguan Tidur Berisiko Tinggi Pada Pikiran Bunuh Diri Remaja

Cara Mengatasi Psikosomatis dengan Tepat

Mengatasi psikosomatis dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana, seperti menjaga pola tidur, rutin berolahraga, dan mengelola stres lewat relaksasi atau meditasi.

Konseling dengan psikolog juga bisa membantu agar beban pikiran tidak semakin menumpuk. 

Selain itu, dukungan keluarga serta lingkungan yang positif sangat berperan dalam mempercepat proses pemulihan.

Menyediakan waktu untuk melakukan hobi atau aktivitas yang menyenangkan juga bisa menjadi cara efektif untuk meredakan gejala.

Pentingnya Deteksi Dini

Mengetahui gejala sejak awal sangat penting agar psikosomatis tidak semakin parah.

Jika keluhan fisik muncul terus-menerus tanpa penjelasan medis yang jelas, sebaiknya segera mencari bantuan profesional. 

Dengan penanganan yang tepat, psikosomatis dapat dikendalikan sehingga tidak mengganggu kesehatan fisik maupun mental.

Semakin cepat seseorang memahami kondisi ini, semakin mudah langkah pencegahan dilakukan sebelum berujung pada masalah yang lebih serius.

Nora Niswatun Choirina (Magang) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R