Dikabarkan Kekurangan Pasokan, PLN Pastikan Stok Batu Bara Pembangkit Aman

AKURAT.CO PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menyatakan ketersediaan pasokan batu bara untuk kelistrikan sampai dengan saat ini masih aman.
PLN IP sendiri merupakan subholding PT PLN (Persero) yang bergerak di bidang pembangkitan tenaga listrik terbesar di Asia Tenggara.
Adapun, Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) sebelumnya mengungkapkan bahwa sebagian besar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) saat ini belum memenuhi standar Hari Operasi Pembangkit (HOP) sebesar 25 hari.
Baca Juga: Stok Batu Bara PLTU Tak Sampai 25 Hari, APLSI Peringatkan Risiko Gangguan Listrik
Direktur Utama PLN IP, Bernadus Sudarmanta mengatakan bahwa sampai dengan hari ini, HOP untuk kelistrikan berada di 12 sampai 15 hari.
Meski begitu, Bernadus menyampaikan bahwa pasokan batu bara masih dalam kondisi aman dan terkendali. “Hari ini Hop antara 12 sd 15 hari, masih aman. Sementara ini masih aman,” kata Bernardus kepada Akurat.co, Jumat (27/2/2026).
Di sisi lain, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk memastikan ketersediaan energi primer, khususnya batu bara bagi pembangkit listrik.
“Jadi minggu lalu untuk ketersediaan energi primer terutama batu bara ini kan kami juga sudah berkoordinasi juga dengan PLN,” kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jumat (27/2/2026).
Yuliot menyebut, PLN diminta menyampaikan daftar pembangkit yang memiliki kebutuhan mendesak agar pasokan batu bara dapat diprioritaskan sesuai kebutuhan operasional.
“Kan sudah saya sampaikan bahwa untuk DMO itu kan sekitar 30% dari ini total produksi digunakan untuk keperluan pembangkit di dalam negeri. Jadi secara kebutuhan itu seharusnya mencukupi,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










