Akurat

Kenali Penyebab Sariawan pada Ibu Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

Annisa Fadhilah | 23 April 2025, 08:55 WIB
Kenali Penyebab Sariawan pada Ibu Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

AKURAT.CO - Berbicara tentang gangguan kesehatan pada ibu hamil, salah satunya yang sering dialami adalah sariawan. Sariawan biasanya tidak berbahaya bagi janin dan hanya menyebabkan ketidaknyamanan selama kehamilan.

Namun, jika sariawan disertai dengan gejala lain, seperti demam atau bengkak yang parah, hal ini bisa menandakan infeksi yang lebih serius sehingga membutuhkan pengobatan dengan segera.

PAFI dengan alamat website pafidairikab.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berusaha dalam meningkatkan kualitas pendidikan farmasi, menjaga etika serta standar praktik kefarmasian, mengembangkan profesionalisme dan riset di bidang farmasi.

Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab sariawan saat hamil, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.

Apa saja faktor penyebab terjadinya sariawan pada ibu hamil?

Secara umum, sariawan merupakan sebuah luka kecil, peradangan, atau ulkus yang muncul di bagian dalam mulut, seperti di lidah, bibir bagian dalam, gusi, atau langit-langit mulut. Selama kehamilan, sariawan bisa menjadi masalah yang cukup umum dan mengganggu kenyamanan sehari-hari. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya sariawan selama kehamilan yang perlu diperhatikan meliputi:

  1. Perubahan hormon yang signifikan

Selama masa kehamilan, tubuh ibu mengalami perubahan hormon yang sangat drastis, terutama peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Perubahan hormon ini mempengaruhi berbagai sistem tubuh, termasuk jaringan mulut dan gusi.

Hormon yang meningkat membuat pembuluh darah di area mulut menjadi lebih sensitif dan mudah meradang. Akibatnya, jaringan mulut menjadi lebih rentan terhadap iritasi dan luka yang kemudian berkembang menjadi sariawan.

  1. Adanya morning sickness

Morning sickness atau mual dan muntah yang sering dialami ibu hamil terutama pada trimester pertama dapat menjadi faktor penyebab sariawan. Saat muntah, asam lambung yang bersifat korosif naik ke mulut dan mengiritasi lapisan mukosa mulut. Paparan asam lambung berulang kali dapat melukai jaringan mulut dan menyebabkan luka yang kemudian menjadi sariawan.

  1. Stres dan kelelahan

Kehamilan sering kali membawa perubahan fisik dan emosional yang signifikan, yang dapat menyebabkan stres dan kelelahan. Stres kronis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh (imun), sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai infeksi, termasuk infeksi di mulut yang menyebabkan sariawan.

  1. Luka atau cedera pada mulut

Luka kecil akibat kebiasaan menggigit lidah atau bibir secara tidak sengaja, menyikat gigi terlalu keras, atau penggunaan sikat gigi yang kasar dapat menyebabkan iritasi dan luka di dalam mulut. Luka ini kemudian dapat berkembang menjadi sariawan, terutama jika kondisi mulut sedang sensitif akibat perubahan hormon selama kehamilan.

  1. Alergi dan iritasi dari makanan

Beberapa jenis makanan, terutama yang bersifat asam (seperti jeruk, tomat), pedas, atau berbumbu kuat, dapat mengiritasi jaringan mulut dan memicu sariawan pada ibu hamil yang rentan.

Selain itu, produk perawatan mulut seperti pasta gigi atau obat kumur yang mengandung bahan kimia tertentu (misalnya sodium lauryl sulfate) juga dapat menyebabkan iritasi dan alergi pada beberapa orang.

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati sariawan pada ibu hamil?

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama sariawan pada ibu hamil. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala sariawan selama kehamilan serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

  1. Obat kumur medis

Beberapa obat kumur yang aman digunakan ibu hamil yang akan diresepkan oleh apoteker untuk menghilangkan sariawan antara lain aloclair plus, betadine gargle, atau obat kumur antiseptik lain. Penggunaan obat kumur ini membantu membersihkan luka hingga mengurangi infeksi.

  1. Gentian violet 1%

Gentian violet 1% adalah larutan antiseptik yang mengandung kristal violet (methylrosaniline chloride) dengan konsentrasi 1%. Obat ini digunakan untuk membersihkan dan menjaga kesehatan rongga mulut serta membantu mengobati sariawan dan bibir pecah-pecah.

Selain itu, gentian violet juga efektif mengatasi infeksi kulit yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur dan memiliki efek antibakteri untuk mencegah infeksi atau menyembuhkan luka kecil.

  1. Suplemen vitamin C

Suplemen vitamin C penting untuk penyembuhan luka dan meningkatkan daya tahan tubuh. Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi 85 mg vitamin C per hari, bisa melalui suplemen tablet hisap yang telah diresepkan oleh apoteker.

Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi sariawan selama kehamilan adalah berkumur dengan air garam. Caranya cukup larutkan 1 sendok teh garam dalam setengah gelas air hangat, lalu gunakan untuk berkumur selama 15-30 detik beberapa kali sehari. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.