Akurat

Kenapa Sariawan Sering Kambuh? Ini Penyebab Lengkap yang Wajib Kamu Tahu

Naufal Lanten | 11 Desember 2025, 14:44 WIB
Kenapa Sariawan Sering Kambuh? Ini Penyebab Lengkap yang Wajib Kamu Tahu

AKURAT.CO Sariawan mungkin terlihat sepele, tapi rasa perihnya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari—mulai dari makan, minum, hingga berbicara. Banyak orang mengira sariawan muncul karena kurang vitamin C, padahal faktornya jauh lebih beragam. Kondisi ini bisa timbul karena masalah dari dalam tubuh maupun rangsangan dari luar yang membuat luka di mulut makin mudah muncul dan kambuh lagi.

Secara umum, sariawan akan sembuh dalam waktu tujuh hingga empat belas hari, namun pada sebagian orang, luka ini kembali muncul dalam tiga bulan. Apa sebenarnya yang membuat seseorang mudah mengalami sariawan berulang? Berikut penjelasan lengkapnya.


Pemicu Sariawan dari Luar Tubuh yang Sering Terjadi

Ada beberapa faktor eksternal yang mendorong sariawan muncul berulang. Hal-hal sederhana yang kerap dianggap remeh ternyata bisa memicu luka di mulut.

Cedera Ringan yang Berulang di Dalam Mulut

Luka kecil dapat muncul ketika bibir atau pipi bagian dalam tidak sengaja tergigit, menyikat gigi terlalu keras, atau menggunakan sikat gigi berbulu kasar. Penggunaan kawat gigi, gigi palsu, hingga suntikan bius saat prosedur gigi juga bisa menimbulkan trauma pada jaringan mulut. Ketika cedera ini terjadi berulang, risiko sariawan pun meningkat.

Reaksi Akibat Obat-Obatan

Beberapa obat dapat memicu iritasi yang berujung pada sariawan. Obat seperti piroxicam, diclofenac, phenobarbital, dan captopril termasuk yang sering disebut sebagai pemicu. Terapi kemoterapi serta radiasi di area mulut atau kepala juga memiliki efek samping berupa munculnya sariawan.

Kandungan SLS pada Pasta Gigi

Sodium lauryl sulfate (SLS) merupakan bahan yang umum ditemukan pada pasta gigi untuk menghasilkan busa. Namun, pada sebagian orang, zat ini dapat mengikis lapisan pelindung mulut sehingga lebih sensitif terhadap luka. Beralih ke pasta gigi tanpa SLS bisa membantu mengurangi frekuensi kambuh.

Makanan dan Minuman yang Mengiritasi

Beberapa makanan dapat bereaksi dengan jaringan mulut, seperti cokelat, kacang-kacangan, sereal, buah stroberi, tomat, produk susu, kopi, dan makanan bertepung terigu. Bahan pengawet dan pewarna tertentu juga dapat memicu iritasi. Pada sebagian orang, paparan berulang membuat sariawan lebih mudah muncul.


Faktor dari Dalam Tubuh yang Membuat Sariawan Mudah Datang Kembali

Selain faktor luar, kondisi internal tubuh juga sangat berpengaruh terhadap munculnya sariawan berulang.

Riwayat Keluarga

Jika orang tua atau saudara kandung sering mengalami sariawan, kemungkinan besar seseorang juga akan mengalaminya. Hampir 50% penderita sariawan berulang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

Kurang Nutrisi Penting

Banyak penelitian menunjukkan hubungan antara kekurangan zat besi, folat, zinc, serta berbagai vitamin B (B1, B2, B6, dan B12) dengan risiko sariawan. Kekurangan nutrisi terjadi bukan hanya karena asupan yang minim, tetapi juga karena gangguan penyerapan di saluran cerna.

Stres

Tekanan psikologis bisa mempengaruhi kesehatan mulut. Tidak hanya karena perubahan sistem imun, tetapi juga kebiasaan tidak disadari seperti menggigit bibir atau kuku ketika stres. Kebiasaan ini membuka peluang luka dan memicu sariawan muncul kembali.

Pengaruh Hormon

Wanita lebih rentan mengalami sariawan, terutama ketika hormon sedang berubah seperti saat menstruasi, kehamilan, atau memasuki masa menopause. Penggunaan kontrasepsi hormonal seperti pil atau suntik KB terkadang juga memicu sariawan, walau biasanya hanya sementara.


Penyebab Sering Sariawan yang Jarang Disadari

Selain faktor umum, ada penyebab lain yang jarang diperhatikan namun berperan besar dalam munculnya sariawan berulang.

Pertumbuhan Jamur di Mulut

Jamur Candida albicans memang normal ada dalam mulut, tetapi bisa berkembang berlebihan ketika sistem imun melemah atau kebersihan mulut kurang terjaga. Kondisi ini menimbulkan lapisan putih seperti bercak yang sering memicu sariawan.

Sistem Kekebalan Tubuh Menurun

Ketika tubuh kekurangan zat besi atau nutrisi tertentu, produksi sel darah putih melemah dan membuat tubuh rentan terhadap infeksi, termasuk infeksi yang berakhir sebagai sariawan.

Konsumsi Buah Asam dan Makanan Iritatif

Buah seperti jeruk, lemon, atau nanas dapat menekan jaringan mulut yang sedang sensitif atau terluka sehingga menimbulkan sensasi terbakar. Makanan pedas, panas, hingga terlalu asin juga bisa memperparah kondisi.

Efek Samping Obat dan Metode Pengobatan

Kemoterapi, radioterapi, antibiotik, obat nicorandil, beta-blocker, dan NSAIDs cukup sering menyebabkan luka mulut. Bagi mereka yang menjalani pengobatan tertentu, sariawan terkadang menjadi efek samping tak terhindarkan.

Kekurangan Vitamin B12 dan Zat Besi

Vitamin B12 banyak ditemukan dalam ikan, daging, dan produk susu. Sementara zat besi ditemukan pada hati, kacang-kacangan, bayam, hingga tahu. Kekurangan dua nutrisi ini terbukti berkaitan erat dengan sariawan berulang.

Gingivostomatitis

Infeksi ringan pada mulut yang disebabkan bakteri atau virus ini bisa muncul ketika kebersihan mulut kurang terjaga. Meski biasanya sembuh dalam satu hingga dua minggu, kondisi ini sering memicu sariawan muncul berulang.

Alergi

Respons tubuh terhadap bakteri atau zat tertentu juga dapat menyebabkan reaksi alergi berupa luka di lidah maupun mulut.

Sensitivitas terhadap Bahan Kimia

Sebagian orang sensitif terhadap zat kimia tertentu, termasuk SLS dalam pasta gigi atau komposisi obat kumur yang terlalu keras.

Kondisi Medis Tertentu

Sariawan dapat menjadi tanda penyakit lain seperti penyakit celiac, Crohn, Behcet, atau infeksi virus tertentu. Pada orang dengan sistem imun lemah, sariawan dapat muncul lebih sering dan lebih lama.


Kapan Harus ke Dokter?

Walaupun sariawan umumnya sembuh sendiri dalam satu hingga dua minggu, pemeriksaan medis dibutuhkan jika:

  • Luka tidak kunjung sembuh lebih dari tiga minggu

  • Ukuran luka semakin membesar

  • Muncul demam, diare, atau gejala lain

  • Sariawan terus muncul bersamaan dengan infeksi berulang

Pemeriksaan rutin ke dokter gigi juga penting untuk memantau kondisi mulut, mencegah infeksi, serta memastikan tidak ada gangguan lain yang menjadi penyebab sariawan berulang.


Kesimpulan

Jawaban dari “kenapa sering sariawan?” ternyata tidak tunggal. Faktor pemicunya sangat beragam, mulai dari luka ringan di mulut, reaksi makanan, stres, hingga kondisi medis tertentu. Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa lebih mudah mencegah sariawan datang kembali—mulai dari menjaga kebersihan mulut, memilih makanan yang tepat, hingga mengatur stres.

Kalau kamu ingin mengikuti berbagai info kesehatan lain yang bermanfaat, pantau terus update selengkapnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Cara Membersihkan Lidah yang Benar agar Mulut Tetap Sehat: Panduan Lengkap yang Mudah Diikuti

Baca Juga: Bau Mulut, Tanda Gangguan Asam Lambung? Baca Juga: Bau Mulut, Tanda Gangguan Asam Lambung?

FAQ

1. Kenapa sariawan bisa muncul berulang dalam waktu dekat?

Sariawan bisa kambuh kembali ketika faktor pemicunya tidak dikendalikan, seperti luka mulut berulang, stres, makanan tertentu, atau kekurangan nutrisi. Pada sebagian orang, respons tubuh dan kondisi hormonal juga membuat mereka lebih rentan mengalami sariawan berulang.

2. Benarkah kurang vitamin C menyebabkan sariawan?

Tidak selalu. Banyak kasus sariawan dipicu oleh kekurangan vitamin B12, zat besi, folat, atau zinc. Vitamin C memang berperan dalam daya tahan tubuh, tetapi bukan satu-satunya penyebab sariawan.

3. Apakah stres bisa menyebabkan sariawan?

Bisa. Stres membuat daya tahan tubuh menurun dan memicu kebiasaan seperti menggigit bibir atau kuku, yang kemudian menimbulkan luka pada mulut sehingga sariawan lebih mudah muncul.

4. Apa pasta gigi bisa menyebabkan sariawan?

Ya, terutama pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS). Pada sebagian orang, zat ini dapat mengikis lapisan mulut sehingga lebih sensitif terhadap iritasi.

5. Makanan apa saja yang bisa memicu sariawan?

Beberapa makanan seperti cokelat, kacang-kacangan, stroberi, tomat, produk susu, kopi, serta buah yang sangat asam dapat memicu iritasi pada mulut. Makanan pedas atau panas juga dapat memperparah kondisi.

6. Apakah kebersihan mulut berpengaruh terhadap sariawan?

Sangat berpengaruh. Kebersihan mulut yang kurang baik dapat memicu pertumbuhan bakteri atau jamur Candida albicans, yang kemudian menyebabkan sariawan.

7. Kapan sariawan perlu diperiksakan ke dokter?

Jika sariawan tidak sembuh lebih dari tiga minggu, semakin membesar, sering berulang, disertai demam atau diare, atau muncul bersamaan dengan infeksi lain, segera lakukan pemeriksaan medis.

8. Apakah kondisi medis tertentu bisa membuat sariawan sering muncul?

Bisa. Penyakit seperti celiac, Crohn, Behcet, serta infeksi virus tertentu dapat memicu sariawan berulang. Pada orang dengan sistem imun lemah, sariawan biasanya lebih sering terjadi.

9. Apa sariawan menular?

Sariawan non-infeksius (seperti aftosa) tidak menular. Namun, sariawan yang disebabkan infeksi virus atau jamur bisa saja ditularkan tergantung penyebabnya.

10. Bagaimana cara mencegah sariawan agar tidak sering kambuh?

Beberapa langkah pencegahan meliputi menjaga kebersihan mulut, menghindari makanan pemicu, memilih pasta gigi tanpa SLS, mencukupi nutrisi penting, mengelola stres, dan memeriksa kondisi gigi secara rutin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.