AKURAT.CO Kisah seorang anak berusia 12 tahun mengalami koma empat hari akibat kecanduan vape menjadi sorotan publik.
Dikutip dari berbagai sumber, anak perempuan yang bernama Sarah Griffin ini telah mengenal vape sejak umur 9 tahun. Berawal dari rasa penasaran dan coba-coba, vape ternyata membuat Sarah kecanduan.
Ibu Sarah kemudian membawanya ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Sarah mengalami koma selama empat hari.
Hasil pemeriksaan dokter, Sarah mengalami infeksi yang membuatnya sulit untuk bernafas. Ternyata hanya satu paru-parunya yang berfungsi.
Baca Juga: 7 Gejala Infeksi Paru, Penyakit Bawaan Evali Akibat Kecanduan Vape
Dari penjelasan keluarga, Sarah sudah terbiasa mengkonsumsi 4000 hisapan vape dalam beberapa hari. Meski sudah dilarang oleh orang tuanya, Sarah kerap melakukannya secara sembunyi-sembunyi.
Vape sendiri adalah singkatan dari vaporizer atau vaping device, yang merujuk pada perangkat elektronik yang digunakan untuk menghasilkan uap yang dapat dihirup.
Vaping telah menjadi istilah umum untuk menggambarkan tindakan menghirup uap yang dihasilkan oleh perangkat tersebut.
Vape atau rokok elektrik disebut sebagai alternatif pengganti rokok konvensional, yang dianggap lebih aman penggunaannya.
Padahal, vape mengandung liquid yang sama berbahayanya dengan rokok. Bahkan efeknya bisa jauh lebih berbahaya serta dapat mengancam kesehatan paru-paru penggunanya.
Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Kecanduan Vape
Bahaya Vape
1. Potensi adiksi
Banyak e-liquid mengandung nikotin, zat adiktif yang juga terdapat dalam rokok tembakau. Penggunaan vape yang mengandung nikotin dapat menyebabkan ketergantungan nikotin, yang sulit dihentikan dan dapat berdampak negatif pada kesehatan.
2. Dampak kesehatan pada paru-paru
Penggunaan vape telah terkait dengan berbagai masalah kesehatan paru-paru, seperti pneumonia lipid, bronkiolitis obliterans (dikenal sebagai "vaping-associated lung illness" atau VALI), dan kerusakan paru-paru lainnya. Gejala yang dapat muncul termasuk sesak napas, batuk, dan nyeri dada.
3. Keracunan nikotin
Kecelakaan paparan terhadap e-liquid, terutama pada anak-anak kecil, dapat menyebabkan keracunan nikotin yang serius. Cairan vape memiliki rasa dan aroma yang menarik bagi anak-anak, sehingga perlu dilindungi dengan baik dari akses anak-anak.
4. Mengganggu upaya berhenti merokok
Beberapa perokok yang mencoba beralih ke vape sebagai alternatif untuk berhenti merokok tembakau konvensional malah terjebak dalam kebiasaan ganda dan terus merokok serta vaping, yang tidak benar-benar mengurangi risiko kesehatan.
5. Bahaya pada remaja
Penggunaan vape telah menjadi epidemik di kalangan remaja. Ini meningkatkan risiko adiksi nikotin pada usia muda, yang dapat berdampak pada perkembangan otak dan menyebabkan masalah kesehatan mental dan fisik. (Ami Fatimatuz Zahro')
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







