MUI: Bantuan Perusahaan Terafiliasi Israel untuk Palestina Hanya Kamuflase, Boikot Harus Berlanjut

AKURAT.CO Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan, bantuan kemanusiaan dari perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Israel untuk Palestina hanyalah bentuk kamuflase.
Ia menilai, upaya tersebut tidak cukup jika perusahaan-perusahaan tersebut tetap menjalankan bisnis dengan Israel dalam bentuk apa pun.
“Itu jadinya hanya kamuflase. Kalau memang mendukung Palestina, harus benar-benar tulus dan tidak lagi berbisnis dengan Israel dalam bentuk apa pun,” ujar Prof. Sudarnoto, Kamis (6/3/2025).
MUI bersama Baznas dan berbagai organisasi filantropi serta kemanusiaan di Indonesia terus menyerukan aksi boikot terhadap produk-produk yang memiliki keterkaitan dengan Israel.
Boikot ini dinilai semakin relevan karena Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas di Jalur Gaza.
Baca Juga: Serahkan Kunci Hunian Kampung Susun Bayam, Pramono-Rano Lunasi Janji Kampanye
“Hingga saat ini, Israel terus mengkhianati perjanjian gencatan senjata dengan Hamas,” tegas Prof. Sudarnoto.
Laporan dari Al Jazeera menyebutkan bahwa meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 19 Januari 2025, serangan militer Israel tetap menewaskan setidaknya 124 warga Palestina di Gaza.
Bahkan, menjelang Ramadan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan menutup jalur bantuan kemanusiaan ke Gaza, yang semakin memperburuk kondisi warga.
“Karena itu, aksi boikot masih sangat relevan untuk menekan Israel dan para pendukungnya,” ujar Prof. Sudarnoto.
“Dampak boikot ini sudah terasa karena perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Israel mengalami penurunan pendapatan, yang secara tidak langsung melemahkan dukungan finansial mereka.”
Boikot terhadap produk yang terafiliasi dengan Israel juga diperkuat oleh Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023, yang hingga kini masih berlaku dan telah ditegaskan kembali dalam musyawarah kerja nasional MUI.
Salah satu lembaga yang aktif dalam kampanye boikot adalah Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI), yang telah mengidentifikasi sejumlah perusahaan multinasional yang diduga memiliki hubungan bisnis dengan Israel.
Baca Juga: Ada Persamaan Visi Misi, PAN Siap Bangun Koalisi Permanen Bersama Gerindra
MUI berharap seruan boikot ini semakin masif sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina dan langkah nyata dalam melemahkan dukungan ekonomi terhadap Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla









