Paus Leo XIV Desak Putin Gencatan Senjata di Ukraina, 2.000 Warga Oleshky Butuh Evakuasi
AKURAT.CO Paus Leo XIV melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Jumat. Di tengah masa pemulihannya di rumah sakit usai operasi kanker paru-paru, Paus menyerukan gencatan senjata di sebuah kota di Ukraina selatan yang kini diduduki oleh pasukan Rusia.
Pihak Vatikan menyatakan bahwa Paus Leo "menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan yang gawat di kota Oleshky, wilayah Kherson, serta menyerukan gencatan senjata guna memungkinkan penyaluran bantuan pangan dan medis, sekaligus evakuasi penduduk sipil secara sukarela dan aman."
Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, mengungkapkan bahwa "Bapa Suci sendirilah yang berinisiatif" untuk menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin "demi menyuarakan nasib kota yang terkepung tersebut, di mana sekitar 2.000 warga sipil membutuhkan jalur keluar yang aman serta koridor kemanusiaan."
"Saya yakin Paus meminta adanya gencatan senjata agar bantuan kemanusiaan—terutama bahan pangan—dapat disalurkan, dan warga yang harus meninggalkan kota tersebut dapat dievakuasi."
"Saya berharap," tambah Parolin, "bahwa saat dihadapkan pada permohonan dari Bapa Suci, Presiden Putin akan bersedia memenuhi apa yang telah diminta darinya."
Berdasarkan pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita Rusia, Presiden Vladimir Putin menyampaikan terima kasih kepada Paus Leo XIV atas kesediaannya membantu penyelesaian konflik di Ukraina serta atas inisiatif kemanusiaan yang beliau ambil. Putin juga mendoakan agar Paus segera pulih pascaoperasi yang baru saja dijalaninya.
Kontak sebelumnya antara Moskow dan Vatikan
Ini merupakan kali kedua Paus Leo XIV dan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pembicaraan.
Kedua pemimpin tersebut sebelumnya pernah berbincang melalui telepon pada 4 Juni 2025, kurang dari sebulan setelah Leo XIV terpilih.
Sebelumnya, Paus Fransiskus sempat berbicara dengan Putin pada 17 Desember 2021, bertepatan dengan hari ulang tahun sang Paus. Namun, setelah Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 24 Februari 2022, berbagai upaya untuk menjalin kontak langsung dengan Presiden Rusia tersebut tidak membuahkan hasil.
Sumber: Euronews
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







