Akurat Logo

Bentrokan Antarkelompok di Sudan Selatan Tewaskan 71 Orang, Pasukan Keamanan Dikerahkan

Fitra Iskandar | 10 Oktober 2026, 07:41 WIB
Bentrokan Antarkelompok di Sudan Selatan Tewaskan 71 Orang, Pasukan Keamanan Dikerahkan

AKURAT.CO Bentrokan antarkelompok di Rumbek, Sudan Selatan, menewaskan sedikitnya 71 orang pada Jumat (9/10) dini hari. Pemerintah sementara Sudan Selatan menyebut kekerasan yang melibatkan warga sipil bersenjata itu terjadi sekitar pukul 04.00 waktu setempat dan menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar, termasuk empat anggota militer.

Kekerasan di Rumbek, kota di wilayah tengah Sudan Selatan, diduga dipicu konflik antaretnis dan antarkomunitas. Sejumlah saksi mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa sekelompok pemuda dari luar kota berusaha mengambil alih Rumbek dan sempat menguasai wilayah tersebut untuk sementara waktu.

Situasi berubah setelah bala bantuan polisi dan militer tiba. Para penyerang kemudian mundur, sementara sejumlah saksi menyebut bentrokan berlanjut di luar batas kota. Pemerintah menyatakan telah mengerahkan tambahan pasukan keamanan untuk mengendalikan situasi dan melindungi warga sipil.

Pemerintah Sudan Selatan Tangkap Empat Warga Bersenjata

Kementerian Informasi pemerintah sementara Sudan Selatan menyatakan sedikitnya 71 orang dilaporkan tewas berdasarkan laporan keamanan awal. Dari jumlah tersebut, empat orang merupakan anggota militer.

Pemerintah juga mengumumkan penangkapan empat warga sipil bersenjata terkait kekerasan tersebut. Pihak berwenang menyatakan kondisi di Rumbek telah berada di bawah kendali pasukan keamanan.

Pemerintahan sementara mengecam keras bentrokan itu dan meminta seluruh komunitas menahan diri, menghindari tindakan kekerasan, serta tetap tenang. Pasukan keamanan juga dikerahkan untuk memastikan keselamatan penduduk.

Sudan Selatan saat ini dipimpin pemerintahan sementara setelah kepala negara Salva Kiir membubarkan pemerintah menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada Desember.

Konflik Antaretnis Berulang di Sudan Selatan

Sudan Selatan, negara termuda di dunia yang meraih kemerdekaan dari Sudan pada 2011, masih menghadapi konflik antarkomunitas dan persoalan korupsi yang mengakar.

Kekerasan di Rumbek menambah panjang daftar bentrokan mematikan di negara tersebut. Pada awal Maret, sedikitnya 169 orang tewas dalam kekerasan antarkomunitas di wilayah utara. Menurut informasi yang disampaikan kepada AFP saat itu, sekelompok pemuda dari etnis Nuer berupaya membalas pembunuhan sejumlah anggota kelompok mereka di sebuah pasar.

Sementara itu, pada pertengahan September, bentrokan antaretnis di Abyei menewaskan sedikitnya 26 orang dan melukai 82 lainnya. Abyei merupakan wilayah yang diklaim oleh Sudan maupun Sudan Selatan.

Rentetan kekerasan tersebut menunjukkan bahwa konflik antarkelompok masih menjadi tantangan serius bagi stabilitas Sudan Selatan, di tengah persiapan negara itu menghadapi pemilihan umum pada Desember.

 Sumber: Alarabiya

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.