Akurat Logo

Ledakan Mengguncang Riyadh, Houthi Kembali Serang Arab Saudi dengan Rudal Balistik

Fitra Iskandar | 8 Oktober 2026, 22:29 WIB
Ledakan Mengguncang Riyadh, Houthi Kembali Serang Arab Saudi dengan Rudal Balistik
Ilustrasi bendera Arab Saudi - MA

AKURAT.CO Sejumlah ledakan terdengar di Riyadh, Arab Saudi, pada Kamis ketika konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali memanas. Ledakan tersebut terdengar di sejumlah bagian ibu kota Saudi, menurut wartawan AFP yang berada di lokasi.

Serangan Houthi ke Arab Saudi terjadi setelah kelompok yang didukung Iran itu dalam beberapa hari terakhir mengklaim melancarkan sejumlah serangan ke wilayah Saudi, termasuk menggunakan rudal balistik yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Sehari sebelumnya, otoritas Arab Saudi menyatakan tiga orang tewas dan 36 lainnya terluka dalam serangan terhadap dua bandara internasional, termasuk Bandara King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha. Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Houthi Klaim Serang Bandara Riyadh

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, sebelumnya mengatakan kelompoknya menargetkan Bandara Internasional King Khalid menggunakan rudal balistik.

Menurut Saree, serangan tersebut menyebabkan gangguan terhadap lalu lintas penerbangan di bandara utama ibu kota Arab Saudi.

Namun, koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengatakan rudal tersebut berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran.

Houthi juga mengklaim menyerang konvoi pasokan militer di dekat Bandara Aden, ibu kota sementara pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

Kantor berita Saba milik pemerintah Yaman melaporkan adanya serangan rudal dan drone terhadap kawasan bandara tersebut.

Otoritas transportasi yang dikutip Saba menyebut salah satu rudal jatuh di dekat landasan pacu hanya beberapa menit sebelum pesawat dari Kairo dijadwalkan mendarat. Pesawat tersebut kemudian dialihkan ke Jeddah, Arab Saudi.

Tiga Orang Tewas dalam Serangan Bandara

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi mengatakan serangan pada Selasa dan Rabu menyasar Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid.

Dua korban tewas di Bandara Abha merupakan warga negara Mesir dan Aljazair. Sementara satu korban lainnya, seorang warga Sudan, tewas dalam serangan di bandara Riyadh.

Sebanyak 36 orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam rangkaian serangan tersebut.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.