Akurat Logo

Rusia Karantina Rumah Sakit, Peneliti Institut Pes Meninggal karena Pneumonia Misterius

Fitra Iskandar | 6 Oktober 2026, 09:04 WIB
Rusia Karantina Rumah Sakit, Peneliti Institut Pes Meninggal karena Pneumonia Misterius
Rusia karantina rumah sakit, peneliti institut pes meninggal karena pneumonia misterius - AP/Asiaone

AKURAT.CO Pemerintah Rusia mengarantina sebuah rumah sakit di Siberia dan memantau orang-orang yang pernah kontak dengan seorang pekerja di lembaga penelitian penyakit pes yang meninggal setelah mengalami pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui.

Kasus ini memicu kekhawatiran setelah muncul laporan media lokal yang belum terverifikasi bahwa perempuan tersebut diduga meninggal akibat pes pneumonik, bentuk penyakit pes yang lebih jarang tetapi sangat berbahaya dan dapat menular dari manusia ke manusia.

Namun, otoritas kesehatan Rusia menegaskan belum menemukan bukti bahwa penyakit yang dialami perempuan tersebut berkaitan dengan patogen yang ditanganinya dalam pekerjaan.

Perempuan berusia 28 tahun itu bekerja di Irkutsk Anti-Plague Research Institute of Siberia and the Far East, sebuah lembaga penelitian penyakit pes yang berada di Irkutsk, Siberia tenggara.

Stasiun televisi milik pemerintah di Irkutsk melaporkan pada Senin bahwa perempuan tersebut meninggal pekan lalu di sebuah rumah sakit di Shelekhov, kota yang berada tidak jauh dari Irkutsk.

Rumah Sakit Dikarantina

Rumah sakit tempat perempuan tersebut menjalani perawatan kemudian ditempatkan dalam karantina sebagai langkah pencegahan.

Wali Kota Shelekhov Maxim Modin mengatakan rumah sakit tersebut tidak lagi menerima maupun memulangkan pasien. Laboratorium rumah sakit juga menghentikan pemeriksaan rutin.

Meski demikian, layanan klinik rawat jalan tetap beroperasi seperti biasa.

Kepala badan pengawas kesehatan masyarakat Rusia, Rospotrebnadzor, Anna Popova, bahkan terbang langsung ke Irkutsk dan bertemu Gubernur Irkutsk Igor Kobzev serta sejumlah pejabat lainnya.

Kobzev mengatakan seluruh orang yang diketahui melakukan kontak dengan perempuan tersebut kini berada dalam pemantauan medis.

Ia tidak menyebutkan jenis infeksi yang dicurigai, tetapi menyebut kasus itu sebagai dugaan "infeksi yang sangat berbahaya."

Rospotrebnadzor mengatakan pihaknya menerapkan seluruh rangkaian langkah pencegahan epidemi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.