Raja Maroko Tunjuk Fatima Ezzahra El Mansouri sebagai Perdana Menteri Perempuan Pertama

AKURAT.CO Raja Maroko Mohammed VI menunjuk Fatima Ezzahra El Mansouri sebagai perdana menteri sekaligus kepala pemerintahan baru Maroko, Selasa, 29 September 2026.
Penunjukan tersebut menjadi sejarah baru bagi Maroko, karena El Mansouri merupakan perempuan pertama yang dipercaya memimpin pemerintahan negara Afrika Utara tersebut.
Keputusan Raja Mohammed VI diumumkan setelah pertemuan dengan El Mansouri di Istana Kerajaan di Rabat. Dalam pertemuan itu, El Mansouri hadir sebagai koordinator kepemimpinan kolektif Authenticity and Modernity Party (PAM), partai yang memperoleh kursi terbanyak dalam pemilu parlemen Maroko 23 September 2026.
El Mansouri menyebut penunjukannya sebagai momen bersejarah bagi Maroko.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah negara kami, seorang perempuan mengambil tanggung jawab memimpin pemerintahan,” kata El Mansouri. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai sumber kebanggaan bagi dirinya dan perempuan Maroko.
Fatima Ezzahra El Mansouri Jadi Perempuan Pertama Pimpin Pemerintah Maroko
El Mansouri bukan sosok baru dalam politik Maroko. Ia sebelumnya pernah menjadi Wali Kota Marrakesh, bahkan tercatat sebagai perempuan pertama yang memimpin kota tersebut ketika terpilih pada 2009.
Ia kemudian kembali memimpin Dewan Kota Marrakesh setelah pemilu lokal 2021. El Mansouri juga memiliki pengalaman di pemerintahan pusat sebagai Menteri Perencanaan Tata Ruang Nasional, Perencanaan Kota, Perumahan dan Kebijakan Perkotaan sejak 2021.
Latar belakangnya adalah bidang hukum. El Mansouri menempuh pendidikan hukum dan memperoleh gelar lanjutan dari Universitas Montpellier, Prancis, serta diploma hukum bisnis Anglo-Saxon dari New York University di Amerika Serikat.
Penunjukan ini juga membuat El Mansouri menjadi perempuan kedua di dunia Arab yang menjabat sebagai perdana menteri, setelah Najla Bouden yang memimpin pemerintahan Tunisia pada 2021–2023.
Partai El Mansouri Menang Pemilu, tetapi Belum Raih Mayoritas
PAM menjadi partai dengan perolehan kursi terbanyak dalam pemilu parlemen Maroko 2026.
Dalam pemilu yang digelar 23 September, PAM memperoleh 97 dari 395 kursi di House of Representatives. Hasil resmi tersebut menempatkan PAM di posisi teratas, disusul National Rally of Independents (RNI) dengan 66 kursi dan Istiqlal Party dengan 65 kursi. Justice and Development Party (PJD) memperoleh 54 kursi.
Namun, 97 kursi belum cukup untuk membentuk pemerintahan secara mandiri. Mayoritas di House of Representatives membutuhkan sedikitnya 198 kursi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara






