Akurat Logo

Kanada Resmi Ajukan Bergabung dengan Aliansi Militer JEF, Perkuat Kemitraan Pertahanan dengan Inggris

Fitra Iskandar | 18 September 2026, 08:07 WIB
Kanada Resmi Ajukan Bergabung dengan Aliansi Militer JEF, Perkuat Kemitraan Pertahanan dengan Inggris
Kanada Resmi Ajukan Bergabung dengan Aliansi Militer JEF, Perkuat Kemitraan Pertahanan dengan Inggris - AA

AKURAT.CO Kanada resmi mengajukan permohonan untuk bergabung dengan Joint Expeditionary Force (JEF), aliansi militer yang dipimpin Inggris, sebagai langkah mempererat kerja sama pertahanan dengan Inggris dan negara-negara Eropa Utara. Keputusan tersebut diumumkan setelah pertemuan Perdana Menteri Kanada Mark Carney dengan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham di Inggris.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (16/9/2026), Kantor Perdana Menteri Kanada menyebut Carney telah mengajukan aplikasi resmi untuk menjadi anggota JEF dan menyambut dukungan Inggris terhadap partisipasi Kanada dalam inisiatif pertahanan tersebut.

Pertemuan kedua pemimpin turut menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan pertahanan yang telah terjalin lama antara Ottawa dan London, di tengah meningkatnya perhatian terhadap stabilitas keamanan kawasan Eropa dan Atlantik Utara.

Kanada Bidik Keanggotaan di Aliansi Respons Cepat

Joint Expeditionary Force merupakan koalisi pertahanan multinasional yang dirancang untuk memberikan respons cepat terhadap berbagai krisis keamanan. Saat ini aliansi tersebut beranggotakan Inggris bersama Denmark, Estonia, Finlandia, Islandia, Latvia, Lithuania, Belanda, Norwegia, dan Swedia.

Apabila permohonan Kanada disetujui, negara itu akan memperluas perannya dalam kerja sama keamanan dengan sepuluh negara anggota JEF sekaligus memperkuat koordinasi militer dengan mitra-mitra Eropa.

Kerja Sama Pesawat Tempur dan Teknologi AI

Selain membahas JEF, Carney dan Burnham juga mengeksplorasi peluang kolaborasi industri pertahanan melalui Global Combat Air Programme (GCAP). Kanada diketahui telah bergabung sebagai negara pengamat dalam proyek pengembangan pesawat tempur generasi berikutnya tersebut sejak Juli 2026.

Pemerintah Inggris menyatakan Burnham menyambut bergabungnya Kanada sebagai negara pengamat pertama dalam GCAP, yang dinilai membuka peluang kemitraan teknologi pertahanan yang lebih erat di masa mendatang.

Di luar isu militer, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai perkembangan kecerdasan buatan (AI). Downing Street menyebut keduanya sepakat bahwa pemerintah dan sektor teknologi perlu bekerja sama untuk mengatasi tantangan bersama, termasuk meningkatkan keamanan daring dan melindungi masyarakat dari risiko yang muncul di ruang digital.

Sumber: Anadolu

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.