Akurat

Fakta-Fakta Serangan Iran ke Yerusalem yang Tewaskan 9 Orang

Fitra Iskandar | 2 Maret 2026, 08:48 WIB
Fakta-Fakta Serangan Iran ke Yerusalem yang Tewaskan 9 Orang
Serangan Israel ke Jerusalem tewaskan 9 orang. Foto: BBC

AKURAT.CO Sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas dan 27 lainnya luka-luka akibat serangan rudal yang menghantam kota Beit Shemesh, Israel, di wilayah barat Yerusalem. Serangan ini menjadi yang paling mematikan di Israel sejak pecahnya konflik terbaru antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Berikut sejumlah fakta penting terkait serangan tersebut:

1. Rudal Hantam Beit Shemesh

Layanan darurat Israel menyatakan rudal Iran menghantam kawasan permukiman di Beit Shemesh. Militer Israel (Israel Defense Forces/IDF) menuduh Iran secara langsung menargetkan kota tersebut dan menyebut korban tewas sebagai warga sipil.

Sebuah sinagoge yang dijadikan tempat berlindung saat serangan udara dilaporkan ikut terkena dampak. Bangunan tersebut hancur total.

2. Bangunan Runtuh, 11 Orang Dilaporkan Hilang

Tim penyelamat menemukan puing beton berserakan, logam yang terpelintir, serta kawah besar di titik jatuhnya rudal. Sejumlah kendaraan di sekitar lokasi juga hancur.

Polisi Israel menyebut 11 orang masih dinyatakan hilang dan proses pencarian terus dilakukan di bawah reruntuhan bangunan.

Paramedis Magen David Adom, Dror Eini, mengatakan tim medis mendapati rumah-rumah hancur, api dan asap membubung dari bangunan tempat tinggal, serta kekacauan di lokasi kejadian.

3. Serangan Berlanjut hingga Minggu Malam

Serangan rudal ke Israel berlanjut hingga Minggu malam. Sebagian besar proyektil berhasil dicegat sistem pertahanan udara, namun satu rudal dilaporkan jatuh di kawasan Jerusalem dan melukai sedikitnya tiga orang.

4. Konflik Meluas ke Negara Teluk

Serangan Iran tidak hanya menyasar Israel. Sejumlah negara Teluk yang menjadi sekutu Amerika Serikat juga melaporkan serangan rudal dan drone.

Qatar, Bahrain, Yordania, dan Kuwait menyatakan berhasil mencegat sebagian besar rudal yang mengarah ke wilayah mereka. Namun puing-puing hasil pencegatan menyebabkan kerusakan dan korban luka.

Di Kuwait, kementerian kesehatan setempat melaporkan satu orang tewas dan 32 lainnya luka-luka sejak Sabtu. Sementara di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, satu orang meninggal dan tujuh lainnya luka-luka setelah puing drone yang dicegat jatuh di sekitar Bandara Internasional Zayed.

5. Bandara dan Fasilitas Vital Terdampak

Otoritas setempat menyebut Bandara Internasional Dubai mengalami kerusakan dalam sebuah insiden yang melukai empat staf. Hotel mewah Fairmont The Palm di Palm Jumeirah juga dilaporkan terdampak ledakan besar, memicu kebakaran.

Puing dari pencegatan drone turut memicu kebakaran kecil di bagian luar hotel Burj Al Arab serta di pelabuhan Jebel Ali.

Di Bahrain, markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama dilaporkan terdampak serangan drone yang memicu kebakaran besar, meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

6. Gangguan Besar Penerbangan Internasional

Ribuan penerbangan menuju dan dari kawasan Timur Tengah dibatalkan atau ditunda. Gangguan ini disebut sebagai salah satu yang terbesar terhadap perjalanan global sejak pandemi Covid-19.

7. Latar Belakang Serangan

Iran melancarkan serangan skala besar menggunakan rudal balistik dan drone ke sejumlah target di Timur Tengah sebagai respons atas ofensif udara besar-besaran yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

Situasi memanas setelah pemimpin tertinggi Iran dilaporkan tewas dalam serangan udara yang diluncurkan pada Sabtu pagi. Eskalasi tersebut memicu ketegangan luas di kawasan, termasuk di negara-negara Teluk yang selama ini berupaya menjadi mediator antara Washington dan Teheran.

Sejumlah negara Teluk sebelumnya berusaha meredakan ketegangan dan bahkan tidak mengizinkan pangkalan militer AS di wilayah mereka digunakan untuk menyerang Iran. Namun langkah itu tidak mencegah wilayah mereka dari dampak serangan langsung.

Dengan meningkatnya intensitas konflik dan jatuhnya korban di berbagai negara, situasi keamanan di Timur Tengah kini berada dalam kondisi yang semakin tidak menentu.

Sumber: BBC

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.